Webinar Seputar Narasi Positif di Tengah Pandemi akan Digelar di Semarang

0
35
Sekretaris PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana

Semarang. www.panjinasional.net –  Ketua PWI Jawa Tengah H. Amir Machmud Senin 12 Juli 2021 akan menandatangani naskah kerjasama seruan pemberitaan bernarasi positif di tengah pandemi dengan Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji, MSi. Usai penandatanganan, dilanjutkan webinar bertema ‘Urgensi Bernarasi Positif dalam Pemberitaan di Tengah Kondisi Covid 19’ dengan pemrakarsa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, bekerja sama dengan PWI Jateng dan Universitas Dian Nuswantoro, Semarang dan akan disiarkan secara live TVKU. Tampil sebagai narasumber,  Ketum MUI Jateng, KH Ahmad Darodji, Wakil Ketum MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq MA, Ketua Bidang Organisasi Hukum dan HAM MUI Jateng Prof Abu Rokhmad Musaki, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dan Rektor Udinus Semarang Prof Dr Ir Edi Noersasongko M.Kom.

Sekretaris PWI Jateng, Setiawan H Kelana mengajak para ketua PWI kabupaten dan kota serta pengurus semua untuk mengikuti kegiatan tersebut pukul 10.00-11.30 WIB melalui Aplikasi Zoom Cloud Meetings.  Bertindak sebagai MC Myra Azzahram.

“Mohon kehadiran rekan-rekan PWI Kabupaten dan Kota dalam penandatanganan Naskah Seruan dan Webinar tersebut. Peserta diharapkan melakukan registrasi  terlebih dahulu yang akan dibuka mulai pukul 09.30 WIB ,” jelas Setiawan H Kelana kepada wartawan di Semarang, Minggu (11/07/2021).

Wartawan senior yang juga Ketua Dewan Etik Mappilu-PWI Jateng Drs Kliwantoro mengakui tema yang disajikan dalam webinar tersebut sangat menarik.  “Sejak awal pandemi Covid-19, saya selalu berusaha melihat sisi positif wabah ini. Tuhan pasti punya rencana terbaik buat kita sebagai umat-Nya,” katanya.

Narasi positif ini, lanjutnya, jarang diangkat oleh media manapun. Bahkan seringkali tenggelam oleh pemberitaan jumlah angka-angka yang terpapar,  yang meninggal dunia ataupun yang sembuh.

“Yang terpenting pemberitaan wabah ini jangan sampai membuat situasi semakin mencekam hingga menjadikan virus corona sebagai momok yang menakutkan. Padahal  ketakutan yang amat sangat, akan berdampak pada imunitas manusia,” pesannya. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here