LBH FORpKOT Tantang Komisi Informasi Beberkan Hasil Putusan Sidang Etik

0
70
Herman Wahyudi,SH., Ketua LBH FORpKOT Sumenep

Sumenep, Panjinasional.net – Persolaan dugaan double job dua anggota Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terus menjadi perhatian Lembaga Bantuan Hukum Forum Rakyat Pembela Keadilan Orang- Orang Tertindas (LBH FORpKOT).

Bahkan saat ini Lembaga Bantuan Hukum Forum Rakyat Pembela Keadilan Orang-Orang Tertindas (LBH FORpKOT) yang sedari awal getol menyoaal dugaan double job tersebut, mulai meminta agar pihak Komisioner Komisi Informasi (KI) membeberkan hasil putusan sidang etik yang digelar oleh Dewan Etik dan juga para Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 yang lalu.

Pasalnya, menurut Herman Wahyudi,SH., selaku Ketua LBH FORpKOT Sumenep persoalaan dugaan double job kedua oknum Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep tersebut terkesan mau berlindung dalam hasil sidang etik.

” Karena waktu saya konfirmasi kepada salah satu dewan etik, pada hari Selasa 29 Juni 2021, dia (salah satu dewan etik,red) dengan tegas menyampaikan jika hasil putusan sidang tersebut berada di Komisi Informasi Sumenep,” kata Herman Wahyudi, S.H, Kamis (1/7/2021)

Sehingga kata Herman, ini penting bagi para Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep untuk menyampaikan atau membeberkan hasil sidang etik ke permukaan publik. ” Supaya tidak ada kesan persoalan double job ini mau berlindung di sidang etik. Dan biar bentuk penyelesaian dari sidang etik tersebut jelas dan terang,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Komisi Informasi Sumenep agar supaya bisa membuka dan atau membeberkan hasil sidang etik tersebut ke permukaan publik.

” Karena Komisi Informasi Sumenep harus bisa dan mampu menjunjung tinggi tugas dan fungsinya dalam menjalankan amanah Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik dan juga Peraturan Pelaksanaannya,” sambungnya.

” Jangan sampai persoalan dugaan doubel job kedua oknum anggota Komisi Informasi ini, akan menimbulkan presepsi yang kurang baik terhadap Komisi Informasi (KI). Maka dari itu sekali lagi kami minta kepada Komisioner Komisi Informasi (KI) yang lain terutama Ketua Komisi Informasi (KI) Sumenep untuk bisa membuka hasil sidang etik tersebut,” pungkasnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan Ketua Komisi Informasi Sumenep, Badrul Akhmadi,S. Pdi., masih belum memberikan penjelasan secara detail kepada media Panjinasional.net.,

Sebab, pada saat awak media mendatangi kantor Komisi Informasi Sumenep, salah satu staf di Komisi Informasi menyampaikan jika Ketua KI Sumenep sedang tidak masuk kantor. Juma’t (2/7/2021)

” Pak Ketua lagi sakit. Jadi gak masuk kantor,” singkatnya. @dar/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here