DLH Menghimbau, Memantau Limbah infeksius Covid-19 Beracun dan Berbahaya

0
46

Sampang Panjinasional.net – Dimasa pandemi,  Dinas lingkungan Hidup (DLH) terus menghimbau sekaligus memantau pengelolaan Limbah infeksius Covid -19, limbah infeksius ini merupakan limbah medis yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Hal tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang mengimbau kepada semua pihak agar mengikuti aturan-aturan yang berlaku terkait penanganan limbah medis.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Faisol Ansori, limbah dari aktifitas penanganan Covid-19 termasuk dalam kategori limbah klinis yang memiliki karakteristik infeksius (A337-1) dan terkategori dalam limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus.rabu 23/6/21

Faisol akrabnya , menjelaskan, prinsipnya dengan meningkatnya pandemi berimplikasi atau berakibat pada meningkatnya limbah B3 hasil penanganan Covid-19. jadi di mohon semua  itu di kelola ,di angkut sesuai dengan aturan yang ada. jadi tidak boleh langsung di buang kelingkungan di olah dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.

limbah B3  penanganan Covid dari medis yang beracun tersebut berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, Alat Pelindung Diri bekas, sisa makanan pasien

Ditanya kewenangan tentang penangannya adalah itu merupakan kewenangan kesehatan. dari DLH itu sendiri hanya mempunyai fungsi pengawasan agar tidak mencemari lingkungan kalau hasil limbah B3 di buang langsung kelingkungan badan air ,badan sungai itu merusak dan mencemari.ucapnya
Dengan adanya himbauan dari Dinas lingkungan hidup dapat mempersempit ruang gerak penularan Covid-19 yang di timbulkan dari limbah berbahaya dan beracun serta dapat menciptakan hidup bersih. (san/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here