Gresik Jadi Tuan Rumah Pencanangan Nasional Imunisasi Pnemokokus Konyugasi atau PCV oleh Menteri Kesehatan

0
41

GRESIK, www.panjinasional.net – Kabupaten Gresik menjadi tuan rumah dalam pencanangan nasional introduksi Imunisasi Pnemokokus Konyugasi atau PCV dilaksanakan secara virtual di pendopo kabupaten Gresik, Selasa (22/6/2021)

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan nya terhadap kabupaten Gresik sehingga dijadikan tempat pencanangan secara nasional Program vaksinasi PCV oleh kementerian Kesehatan republik Indonesia.

” kabupaten Gresik dijadikan tempat sebagai pencanangan nasional introduksi Imunisasi Pnemokokus Konyugasi atau PCV. Saya yakin dengan imunisasi anak batita maka generasi penerus di Gresik akan Sehat dan kuat sehingga terhindar dari berbagai penyakit atau kematian khususnya pada saat pandemi seperti ini. Dalam Menghadapi pandemi covid 19 ini kami tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Agar virus yang ada tidak menyebar. Dan memutuskan mata rantai penularan.” Kata Gus Yani panggilan akrabnya.

Melalui Virtual zoom, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, mencanangkan introduksi imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau PCV. Acara yang dilaksanakan dengan konsep kombinasi virtual dan tatap muka ini bertempat di Pendopo Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur dan turut dihadiri oleh Bupati Gresik, Perwakilan WHO Indonesia, Perwakilan UNICEF Indonesia, perwakilan CHAI (Clinton Health Access Initiative), perwakilan CDC Indonesia, dan perwakilan Inke Maris & Associates, Mitra Kerja BMGF (Bill and Melinda Gates Foundation) Indonesia.

Imunisasi PCV telah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang diberikan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap. “Kami menargetkan introduksi imunisasi PCV dilakukan secara bertahap dimana pada tahap awal dilaksanakan di daerah risiko tinggi dan tahun 2022 akan diperluas ke seluruh Indonesia. Imunisasi PCV diberikan kepada setiap anak sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2, 3 dan 12 bulan’, tegas Menteri Kesehatan.

Setelah pencanangan nasional secara resmi oleh Menteri Kesehatan, Plt. Direktur Jenderal P2P Kemenkes melakukan pemukulan bedug yang menandai dimulainya introduksi imunisasi PCV di Jawa Timur dan Jawa Barat pada tahun ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif secara virtual dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Bupati dan Walikota dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan 6 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokus pelaksanaan introduksi imunisasi PCV pada tahun 2021 untuk memastikan kesiapan introduksi di masing-masing daerah.

Selesai berdialog, dilakukan peninjauan ke pos pelayanan imunisasi untuk menyaksikan proses pemberian imunisasi PCV sekaligus berdialog dengan orang tua sasaran.Christopher Elias, President Global Development Program, The Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan pesan,

“Peluncuran Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) hari ini merupakan langkah kritikal untuk melindungi anak-anak Indonesia dari Pneumonia. Kami, mengucapkan selamat pada pemerintah Indonesia dan mitra-mitranya atas momen keberhasilan ini untuk mencegah penyakit yang mengancam keselamatan jiwa dan memastikan anak-anak menggapai potensi mereka seutuhnya.”Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia.

Perwakilan WHO Indonesia, Dr. N. Paranietharan, menyampaikan bahwa “Pada tahun 2017, Pneumonia menyumbang 15% dari semua kematian anak usia di bawah 5 tahun, dan secara global sejumlah lebih dari 800 ribu anak telah kehilangan nyawa akibat penyakit ini.”

Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar, terjadi peningkatan prevalensi pneumonia pada balita dari 4,3 % pada tahun 2013 menjadi 5% ada tahun 2018. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat sejumlah 551 balita meninggal dunia disebabkan oleh pneumonia. Pada bayi, bahaya penyakit ini pun jauh lebih besar, yaitu dapat menyebabkan kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan pada anak usia 1-4 tahun.

Dr. N. Paranietharan, perwakilan WHO Indonesia, menyatakan bahwa “Imunisasi PCV adalah salah satu intervensi yang paling ampuh dan hemat biaya untuk mencegah Pneumonia pada anak-anak. WHO bermitra dengan Pemerintah untuk memastikan vaksin PCV tersedia bagi semua anak, agar terlindungi dari bahaya Pneumonia.”

“Untuk memastikan kesinambungan program imunisasi nasional PCV, Indonesia melaksanakan pengadaan vaksin PCV melalui mekanisme Advance Market Commitment (AMC) dimana pembelian dilakukan secara langsung dari Global Supply Division UNICEF dengan harga yang lebih terjangkau. Saat ini, Indonesia telah menerima 1,6 juta dosis pertama vaksin Pneumokokus Konjugasi (PCV) melalui mekanisme AMC.”,

Menteri Kesehatan menjelaskan. “Hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia. Dengan perluasan imunisasi rutin hingga mencakup vaksin pneumokokus, anak-anak di Indonesia akan lebih terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I,” ucap Robert Gass, Perwakilan UNICEF Indonesia.

“Vaksin ini telah menyelamatkan jutaan hidup anak di seluruh dunia dan UNICEF akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV dan vaksin penting lainnya di Indonesia. Dengan makin banyaknya anak yang teerlindungi, kita akan semakin dekat dengan masa depan yang lebih sehat dan cerah.”imbuhnya.

Sebelumnya, Demonstrasi Imunisasi PCV telah dilaksanakan pada tahun 2017 – 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bangka Belitung.

Hasil program demonstrasi menunjukkan cakupan imunisasi PCV dalam kurun waktu tersebut rata-rata di atas 80% yang menunjukkan bahwa imunisasi PCV dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta tidak dilaporkan adanya KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang serius dari pemberian imunisasi PCV. CHAI sebagai salah satu mitra pembangunan yang mendukung Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan program imunisasi, melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat, memberikan dukungan teknis terhadap pelaksanaan introduksi dan implementasi imunisasi PCV di lapangan.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here