Isu PPN 12 Persen Bisa Blunder, Kalau Tak dijelaskan Secara Sederhana, Jangan Buat Rakyat Bingung

0
14
Eks juru bicara KPK Febri Diansyah. Gambar Tangkapan layar YouTube/Talkshow TVOn

Panjinasional.net – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah saat ini memang terkenal kerap kali membuka suara terkait isu terkini di Indonesia.

Febri kali ini mengomentari kebijakan terbaru dari pemerintah terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menurutnya, isu PPN bisa menjadi blunder baru jika tidak dijelaskan secara baik dan tepat.

Oleh karena itu, Febri mengusulkan pemerintah untuk menjelaskan hal ini dengan bahasa sederhana. Tidak perlu menggunakan grafik karena akan membuat rakyat bingung.

Ia juga mengingatkan pemerintah bahwa yang membayar pajak adalah orang awam. Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitternya @febridiansyah, Jumat, 11 Juni 2021.

“Isu PPN bisa blunder parah jika tak terjelaskan dg baik. Jelaskan dg bahasa sederhana. Sangat sederhana (kdg grafik malah bkin mumet). Ingat, audiennya pembayar pajak awam. konsumen akhir,” tulisnya.

Seperti diketahui, melalui kebijakan baru tersebut, pemerintah disebut akan mengenakan PPN terhadap barang kebutuhan pokok atau sembako. PPN juga akan dikenakan pada barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.

Kebijakan tersebut akan tertuang dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Pengenaan pajak itu nantinya diatur dalam Pasal 4A draf revisi UU Nomor 6.

Dalam draf tersebut, barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. Sehingga, barang tersebut akan dikenakan PPN yang berlaku nantinya.

Barang tersebut meliputi, beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam dan garam konsumsi, daging, telur, susu, sayur, buah, ubi-ubian, dan bumbu.

Sementara hasil pertambangan dan pengeboran meliputi, Emas, Batubara, Minyak, Gas bumi, serta hasil mineral bumi lainnya.

Setelah kabar ini beredar, tagar mengenai #PPN12Persen dan #RezimBangkrut pun menjadi trending topic di media sosial, khusunya Twitter. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here