Bupati Gresik Launching DAMRI di Bawean, Perlancar Moda transportasi dari Sangkapura keTambak.

0
45

Bawean, www.panjinasional.net – Warga kepulauan Bawean mendapat dua moda transportasi yang akan menambah kelancaran kegiatan tranportasi di dua kecamatan yakni kecamatan Sangkapura dan Tambak Yang di lounching Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan wakilnya Aminantun Habibah, Selasa (8/6/2021)Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Nanang mengatakan, saat ini di lounching 2 unit bus DAMRI dengan daya tampung 30 penumpang Yang akan melakukan rute dari Sangkapura keTambak PP (pulang pergi) dua kali sehari. ” Dua unit Bis DAMRI hari ini di lounching untuk melayani rute Sangkapura Tambak PP 2 kali sehari. Dan juga Kapal Bantuan keuangan (BK) untuk penyebrangan Sangkapura ke Gili Noko 1 kali PP” ujarnya. Nanang menambahkan jika Bawean ada potensi yang bisa digerakkan yakni sektor pariwisata. Jika hal ini dikelola dengan baik dan mewajibkan siswa untuk berwisata di dalam wilayah kabupaten Gresik sendiri, maka akan mengangkat perekonomian masyarakat dan akan di kenal lebih luas. Sementara Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menyambut baik ide yang dilontarkan kepala dinas perhubungan gresik untuk menata Bawean tumbuh di sektor pariwisata. “saat pandemi seperti ini, Bali yang jadi perhatian dunia dalam industri pariwisata, saat ini tutup karena pandemi. Ide Bagus yang disampaikan pak Kadishub tadi, Saatnya pulau Bawean kita kenalkan mulai dari anak-anak sekolah. Sehingga nantinya bisa di kenal Oleh masyarakat luas hingga manca negara.” Kata Gus Yani panggilan akrab Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani.Gus Yani menambahkan Lounching angkutan umum yang hari ini dilakukan dengan harapan bisa membantu kelancaran perekonomi masyarakat Bawean. Melihat masyarakat Bawean untuk tidak merapatkan mobil jemputan ke kapal saya apresiasi, tapi melihat tadi ada penumpang wanita yang hamil, ada yang sudah berumur lanjut saya kasihan. Bupati menyarankan Kedepan perlu di Adakan semacam kendaraan antar jemput, kendaraan dimodifikasi mirip odong- odong gitu. ” Kedepan tidak ada namanya centralisasi di kota saja, pembangunan akan lebih merata hingga ke pulau Bawean. ” Pungkasnya.(Shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here