Empat Pemuda Langgar Tindak Pidana Ilegal Akses/Hacker

0
19

Panjinasional.net, Surabaya – Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-A/ 26/ IV/ RES 25/ 2021/ SUS/ SPKT Polda Jatim, tanggal 10 April 2021. Una III Subda V/ Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar konferensi pers tentang tindak pidana mengakses komputer / sistem elektronik milik orang lain dengan cara apa pun (ilegal akses/ hacker) sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 55, 56 KUHP.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada di Surabaya, Jawa Timur. Waktu Kejadian diketahui pada bulan April 2021. Identitas ke 4 (empat) Tersangka antaralain ; berinisial HTS dari Kota Bekasi, Jawa Barat, AD dari Kota Cilacap, Jawa Tengah, RH dari Kota Pasuruan, Jawa Timur, dan RS dari Kota Solo, Jawa Tengah. Perbuatan mereka dinyatakan telah melanggar Hukum, yaitu melakukan Modus Operandi.

Tersangka HTS sebagai koordinator dari para tersangka lainnya, memiliki peran menampung semua data yang dapat digunakan sebagai sarana melakukan perbuatan ilegal akses, diantaranya yaitu:

– Menampung, dengan cara membeli Akun Padul (berisi data milik orang lain) dari tersangka RS

untuk dikirimkan kepada tersangka AD sebagai eksekutor (pengolah data),

– Mengirimkan Data Credit card (Data CC) milik orang lain kepada tersangka AD dan data email result yang berisi Akun Amazon didalamnya untuk diolah oleh tersangka AD menjadi suatu produk yang dapat diuangkan,

– Menjual Voucher Indodax yang diperoleh dari hasil ilegal akses kepada tersangka RH;

– Menerima Akun Venmo (berisi data milik orang lain) yang berhasil diolah tersangka AD untuk dapat

dijadikan suatu produk berupa Voucher Indodax yang dapat dikonversikan menjadi mata uang digital

(Bitcoin).

Tersangka AD sebagai eksekutor yang mengolah berbagai data yang dikirimkan dari tersangka HTS

untuk menjadi suatu produk yang dapat diuangkan sebagai berikut:

– Menerima data Akun Padul dan data email result yang berisikan Data Credit Card (Data CC) milik

orang lain dari tersangka HTS:

– Mengolah semua data yang diperoleh dari tersangka HTS untuk dijadikan suatu produk seperti

Voucher Indodax yang kemudian dikirimkan lagi kepada tersangka HTS untuk diuangkan dan dibagi

hasilnya secara merata.

Tersangka RH adalah selaku pengumpul data, memiliki peran mencari Data Credit Card (Data CC)

untuk dikirimkan kepada tersangka HT8 dan juga sebagai penadah barang dari hasil ilegal akses. 

Kemudian mengirimkan Data Credit Card (Data CC) yang diperoleh kepada tersangka HTS selaku koordinator untuk diolah oleh eksekutor guna dijadikan suatu produk untuk dikonversikan menjadi uang digital maupun mata uang konvensional. suatu poroduk berupa Voucher Indodax dari tersangka HTS yang diperoleh dari hasil llegal.

Tersangka RS memiliki peran sebagai penyedia Akun Paxful (data milik orang lain) yaitu suatu

marketplace/ E-Wallet berfungsi sebagai wadah untuk membeli, menjual, dan menyimpan berbagai mata uang kripto/ mata uang digital (Bitcoin) yang dikirimkan kepada tersangka HTS, untuk melakukan perbuatan ilegal akses berupa, antaralain ; Mencari data milik orang lain sebagai bahan untuk membuat Akun Paxful yang kemudian ia jual kepada tersangka HTS, serta membuat/ memverifikasi setiap Akun Paxful yang menggunakan data milik orang lain untuk dijual/ dikirimkan kepada tersangka HTS.

Awal mula Kronologi kejadian, Sekitar bulan April 2021 Anggota Unit III Subdit V/ Siber Direskrimsus Polda Jatim melakukan cyber patrol dan menemukan sebuah akun Facebook milik tersangka HTS yang telah memposting suatu penawaran/ penjualan data berupa, sebagai berikut ; Data akun Bank of America (BOA) milik WNA, Data E-Mail result yang berisikan Data Credit Card (Data CC) milik orang lain, Data akun marketplace (Venmo, Paxful, Indodax), Menjual/ menyediakan Voucher Indodax untuk transaksi mata uang Kripto.

Penangkapan tersangka HTS selaku pemilik akun Facebook ” TSB” berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dari Subdit V/ Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada saat di Terminal 1 Domestik Keberangkatan Bandara Juanda Surabaya, pada tanggal (19 April 2021).

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti di bawa ke kantor Subdit V/ Siber Ditreskrimsus Polda

Jatim guna dilakukan pemeriksaan awal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tersangka HTS serta dihubungkan dengan barang bukti yang ada dan dilakukan pengembangan, sehingga petugas menangkap tersangka AD selaku eksekutor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,

Selain itu proses penyidikan terhadap tersangka HTS serta didukung barang bukti yang ada diperoleh

petunjuk yang mengarah kepada tersangka lainnya, yaitu tersangka RH yang diamankan oleh petugas

di Kabupaten Pasuruan.

Pemeriksaan terhadap tersangka HTS juga mengarah kepada tersangka lainnya yang memiliki peran sebagai penyedia Akun Paxful (berisi data milik orang lain) yaitu tersangka RS, selanjutnya petugas mengamankan tersangka RS di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan hasil penyidikan diperoleh fakta tersangka RS selaku penyedia Akun Paxful yang

menggunakan data milik orang lain tersebut, telah menjual seharga Rp 200.000,-(dua ratus ribu

rupiah) per-akun dan mengirimkannya kepada tersangka HTS.

Dan ternyata, tersangka RH selain berperan sebagai penyedia Data Credit Card (Data CC) milik orang lain

yang dikirimkan kepada tersangka HTS, dia juga sebagai pembeli atau penadah barang hasil ilegal Akses dari tersangka HTS.

Tersangka HTS sebagai koordinator, telah menampung seluruh data yang diperoleh dari tersangka RS, tersangka-RH, dan tersangka lainnya, berperan sebagai penyedia data akun dan data email serta Data CC milik orang lain. Selanjutnya, tersangka HTS dikirim kepada tersangka AD selaku eksekutor untuk diolah menjadi suatu produk yang dapat menghasilkan atau diuangkan.

Sedangkan tersangka AD selaku eksekutor dalam hal ini berperan mengolah seluruh data yang dikirim

dari tersangka HTS untuk dijadikan kode Voucher Indodax yang dapat digunakan dan dikonversikan

menjadi mata uang Kripto (mata uang digital, contohnya Bitcoin).

Dalam hal ini masih ada beberapa tersangka lainnya yang terlibat dalam rangkaian perbuatan melawan

hukum yaitu ilegal akses tersebut, dan sedang dalam penyelidikan oleh petugas kepolisian dari Subdit V/ Siber ditreskrimsus Polda Jatim,

Perbuatan yang dilakukan para tersangka yaitu, menyediakan data yang digunakan untuk membuat Akun Paxful adalah data milik orang lain. Begitu juga dengan Data Credit Card (Data CC) dan Akun Venmo yang termuat di dalam email result tersebut, juga data milik orang lain.

Data akun layana perbankan Bank of America yang digunakan sebagai sarana untuk mengkonversi mata uang Kripto seperti Bitcoin dalam Akun Paxful adalah milik orang lain,

Rangkaian perbuatan Tindak Pidana ITE para tersangka yaitu,  ilegal akses dalam hal proses pembuatan atau verifikasi Akun Paxful dan juga pengolahan Akun Paxful dengan menggunakan Data Credit Card (Data CC) serta data Akun Venmo yang dilakukan tersangka dengan cara mengakses sistem elektronika secara tanpa hak dan melawan hukum karena para tersangka tidak memiliki hak atas data milik orang lain yang saling dikirimkan dan selanjutnya mereka salahgunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Barang Bukti yang berhasil di amankan atau disita dari ke 4 (empat) tersangka, antaralain ; Disita dari tersangka HTS, 2 (dua) unit HP Android, 1 (satu) unit laptop Asus ROG, serta Akun Facebook. Barang bukti yang Disita dari tersangka AD antaralain, 2 (dua) unit HP Android, 1 (satu) unit laptop, juga Akun Fracebook. Kemudian barang bukti yang Disita dari tersangka RH adalah, 1 (satu) unit iPhone, serta Akun Facebook. Yang terakhir, barang bukti yang disita dari tersangka RS adalah, 1 (satu) unit HP Android, dan Akun Facebook.

Atas perbuatannya, ke 4 (empat) tersangka di jerat dengan pasal UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2), dan Pasal 480 KUHP dan/ atau pasal 55, 56 KUHP.@Roh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here