Datangi DPUTR, Bupati Gresik Akan Gandeng Korporasi Untuk Penanganan Kali Lamong

0
20
Gus Yani Saat di DPUTR
Gus Yani Saat di DPUTR

GRESIK, www.panjinasional.net – Permasalahan penanganan banjir kali lamong menjadi perhatian serius oleh Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani atau yang akrab di sapa Gus Yani pada era pemerintahannya.

Bupati Gresik Gus Yani bersama  PJ Sekda Gresik, Abimanyu Pontjoatmojo mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk mengevaluasi target kinerja DPUTR, terutama masalah penanganan banjir Kali Lamong.

“Kita berkunjung mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan sampai bulan ini, mulai dari persiapan perjanjian kerjasama antara dengan BBWS, Kementrian PUPR. Sebab, normalisasi Kali Lamong merupakan wewenang dari BBWS Bengawan Solo, sedangkan Pemkab Gresik hanya mempunyai wewenang pembebasan lahan. ,” ucapnya, Kamis (3/6/2021).

Terkait dengan normalisasi Kali Lamong, kewenangan daerah hanya diberi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Hal ini sesuai Perpres nomor 80 tahun 2019.

Berdasarkan studi BBWS sejak tahun 2012. Terdapat 149 hektar lahan yang harus dibebaskan dengan menelan anggaran Rp 600 miliar. Namun, setelah studi LARAP 2020 selesai, lahan yang harus dibebaskan sebanyak 280 hektar dengan estimasi biaya Rp 800 miliar.

Pihaknya melakukan terobosan agar penanganan Kali Lamong ada progres di setiap tahun. Sebab bencana tahunan banjir Kali Lamong  ini menyengsarakan warga Gresik terutama di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, dan sebagian di Kecamatan Menganti dan Kecamatan Kedamean.

Proyek normalisasi itu akan dimulai di wilayah hulu mulai dari Desa Jono sampai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme sepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah maupun tanggul parapet.

Pihak BBWS Bengawan Solo siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong asalkan lahannya sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan tahun 2021 sebesar Rp 98 miliar ini bisa terserap sepenuhnya.

Pada APBD 2021 penanganan banjir Kali lamong memang belum maksimal. Gus Yani bergerak melakukan inovasi dengan menggandeng korporasi atau perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik.

Tujuannya, untuk ikut berkontribusi menanggulangi banjir Kali Lamong. Gus Yani memulai dengan mengajak korporasi melalui CSR bisa dialokasikan untuk ikut penanganan normalisasi di anak sungai Kali Lamong.

“Kita inovasi, kita ajak korporasi yang ada, CSR bisa dialokasikan untuk penanganan normalisasi di anak sungai kali lamong. Mungkin besok dari PUTR melaporkan data dan perencanaan, setelah itu mengundang koorporasi yang ada di Gresik,” terangnya.

Dalam kunjungannya itu, Gus Yani juga menanyakan tentang data infratruktur jalan. Sejauh mana perkembangan data penanganan infrastruktur di Kabupaten Gresik.

“Ternyata data tersebut sudah dikirim ke Bappeda, kita coba tanyakan di Bappeda, karena prioritas kita di infrastriktur, jadi harus benar-benar diprioritaskan. Anggaran belanja kita evaluasi kita cek, jangan sampai masuk ke triwulan empat tidak terserap,” tutupnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here