Bupati Baddrut Tamam, MTQ Jatim 2021 dan Pilkades Serentak, Brand Issu Gerakkan Ekonomi Pamekasan

0
11
Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam

Pamekasan, Panjinasional –  Tahun 2021 ini ada dua agenda besar yang harus sukses di kabupaten Pamekasan yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Jawa Timur dan Pilkades serentak.

MTQ tingkat Jatim nantinya akan dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 13  Nopember 2021. 

Sedangkan Pilkades serentak akan digelar pada tanggal 20 September 2021.

Dua agenda tersebut diungkapkan secara langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, Pamekasan nanti akan banyak kedatangan warga luar dengan jumlah bisa mencapai ribuan orang. Kedatangan mereka itu selama momentum MTQ, misalnya,  akan melahirkan dampak positif berupa bergeraknya sector ekonomi terutama sector jasa kuliner, sovenir dan penginapan.

Bupati Badrut Tamam, berharap agar kedua event tersebut berjalan sukses. Pilkades yang akan dilangsungkan secara gratis itu akan dilaksanakan di 74 desa se Pamekasan dan akan menelan biaya sekitar  Rp 14 miliar.

“Nantinya ada 74 Desa se-kabupaten Pamekasan yang akan melaksanakan Pilkades serentak dengan menelan dana 14 miliar,” jelasnya. Minggu (30/05/21). 

Untuk suksesnya kegiatan tersebut Baddrut Tamam meminta agar yang tidak berkewenangan dilarang memberikan informasi tentang Pilkades, agar tidak  salah tafsir dan salah paham. Para Camat dan kades diharapkan cukup melakukan sosialisasi yang massif ke seluruh desa desa yang mau Pilkades dan  mendorong bagaimana komitmen bersama agar Pilkades di itu menjadi percontohan Pilkades yang aman dan nyaman.

Sedangkan pelaksanaan MTQ Jatim di Pamekasan, Baddrut Tamam mengakui bahwa dari sejarahnya Pamekasan telah dua kali menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ.

“Pertama pada tahun 1978 dan yang kedua tahun 2021 ini. Dan pada saat MTQ nanti Pamekasan akan banyak kedatangan tamu dari luar daerah,” kata politisi PKB tersebut.

Bupati yang penuh inovasi ini memperkirakan tiap kabupaten di Jatim akan  mengirimkan kafilah yang anggotanya sekitar 100 orang untuk menghadiri  MTQ di Pamekasan. Kalau ada 38 daerah se Jatim yang hadir, maka berarti akan terdapat sekitar 3800 orang luar Pamekasan yang akan berada di Pamekasan selam event MTQ berlangsung.

Banyaknya kedatangan orang luar ke Pamekasan akan menjadi peluang ekonomi bagi Pamekasan, utamanya dalam sector  kuliner souvenir maupun sarana penginapan. Karena sarana penginapan hotel di Pamekasan terbatas,  masyarakat  diminta untuk menyediakan sarana itu dan akan disewa oleh panitia MTQ.

“Kalau masing-masing Kabupaten di Jatim ada 100 orang yang mau datang ke kabupaten ini, dikalikan 38 belum termasuk panitianya, maka ada 3800 orang akan datang di kabupaten ini. Kalau itu di bagi dua karena kamarnya isi dua orang, maka akan butuh 1500 kamar. Nah hotel disini belum cukup, ayo bekerjasama dengan rakyat, misalnya bangun Kampoeng MTQ, Kampoeng yang menyewakan rumahnya,” ajaknya.

Moment ini, kata Baddrut Tamam, akan menjadi bagian dari brand issue yang akan muncul dipemberitaan di berbagai media yang nantinya akan menguntungkan masyarakat Pamekasan, selanjutnya bagaimana seluruh elemen terkait didalamnya bisa membangun kerjasama yang baik. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here