Silaturahmi dan Halal BiHalal Media Panjinasional. Budi Leksono: Wartawan Harus Mempertahankan Marwah Pers

0
119
Poto Bersama usai acara diskusi dan pemaparan dunia Pers dalam forum Silaturahmi dan Halal BiHalal Media Panjinasional

Panjinasional, Surabaya – Penyelenggaraan Silaturahmi dan Halal BiHalal di ikuti seluruh jajaran wartawan dan Biro Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Bangkalan. Sampang. Sumenep. Ponorogo. Madiun. Ngawi  perwakilan Media Panjinasional di halaman kantor redaksi berjalan sesuai rencana. Acara yang dikemas dengan sederhana dengan menyediakan cuci tangan, mengatur jaga jarak diterapkan karena mengingat pandemi Covid-19 masih dianggap berbahaya.

Bambang Suroso sebagai pembuka acara menyampaikan terimakasih atas kehadiran seluruh anggota Media Panjinasional guna mengikuti giat Silaturahmi dan Halal Bihalal Sabtu 29 Mei 2021. Bambang Suroso mengartikan bahwa momen Silaturahmi dan Halal Bihalal diartikan bukan hanya sekedar saling maaf memaafkan, namun merupakan momentum saling bersinergi, karena acara tersebut di pimpin langsung oleh Pimpinan Redaksi Gatot Irawan dengan Forum Bedah pengalaman dan pengetahuan lintas Biro yang satu sama lainnya memiliki perjalanan berbeda baik sebagai Jurnalis maupun system pengembangan media di daerah masing-masing, Inilah kelebihan Media Panjinasional dalam membangun system hingga bisa mempertahankan konsistensinya di usianya yang ke 11 tahun.

H.Budi Leksono,SH saat memberikan pemaparan tentang sinergitas Pers dan Anggota Dewan

Dalam acara Silaturahmi dan Halal Bihalal di hadiri tokoh istimewah, yaitu H. Budi Leksono,SH Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI-P . pada saat diberikan kesempatan menyampaikan paparannya Budi Leksono langsung mengatakan bahwa dirinya sangat mengenal karakter Gatot Irawan (Pemred Panjinasional) sejak dirinya belum menjadi Politisi dan Anggota Legislatif.

“Saya mengenal mas gatot sebelum menjadi Politisi dan Anggota Legislaif, makanya saya paham dengan karakter dan prinsip beliau bahkan saya orang pertama yang mendukung berdirinya Media Panjinasional, Mas Gatot ini Saudara saya, Kakak saya dan guru saya, makanya saat saya maju di legislaif mas Gatot sangat mendukung dengan pesan harus tegak lurus menjalankan amanah rakyat” ujar Budi Leksono yang akrab dipanggil Cak Budi atau Bulek99.

Masih dengan Budi Leksono “Kalau hari ini saya ditugasi memberikan pemaparan, saya tegaskan bahwa wartawan harus tegak lurus menjaga dan mempertahankan marwah jurnalistik atau Pers. Sebab sebagaimana tugas Pers harus lebih condong membela dan memberikan pencerahan kepada masyarakat, meskipun memberitakan kasus kasus pejabat pemerintah, namun dalam pemberitaan tersebut akan bermuara pada kepentingan masyarakat” tambah H.Budi..

Dilanjutkan oleh Gatot Irawan yang mempertegas pemaparan Budi Leksono, Ibarat dalam pencarian fakta dan data yang di peroleh wartawan atas penyelewengan pejabat pemerintah maupun anggota dewan hingga menjadi muatan berita, hal tersebut tidak semata-mata menjadi konsumsi kepentingan pribadi, namun tetap untuk kepentingan masyarakatsebagai bentuk pengetahuan atau juga sebagai pencerahan.

Dalam pemaparan seperti ajang  diskusi tersebut Budi Leksono menjabarkan, Misalnya ada penemuan data pencairan anggaran pembangunan di suatu wilayah, maka langkah awal investigasi wartawan tidak langsung menyasar ke pejabat pengelola anggaran, namun harusnya menelusuri titik kordinat wilayah sebagai sasaran pembangunan dengan mengajak masyarakat setempat turut berperan, sehingga ada keterlibatan masyarakat yang paham bahwa di wilayahnya akan menjadi lokasi pembangunan, dan selanjutnya lakukan konfirmasi terhadap pengelola anggaran hingga mengawalnya bahwa benar anggaran Negara yang dikelola tersbut sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Diskusi tentang peran Pers berjalan dengan serius, sehingga ada beberapa celetukan “Lho kok pak dewan paham tentang dunia jurnalis”…

Budi Leksono menjawab “Lha wong saya gandeng dengan mas gatot itu saat beliau masih wartawan dan saya sering berdiskusi tentang bagaimana kinerja wartawan itu, dan mas gatot juga paham tentang saya seorang pemuda lulusan SMP yang bekerja menjadi tukang semir sepatu hingga jualan Koran. Makanya walaupun sekarang menjadi anggota dewan, kawan saya banyak wartawan, dan saya nggak kaget akan berbagai karakter jurnalis, tapi ya kita bahas yang positif aja” ucap Budi sambil tertawa hingga mendapat aplause tepukan oleh para wartawan yang serius mendapatkan pemaparan dan pencerahan hingga membongkar perjalanannya, yang kini sudah menjadi Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya.

H. Subaidi sebagai dewan redaksi juga menimpali bahwa seluruh proses kinerja jurnalis harus menggunakan etika jurnalis sebagaimana yang diamanatkan UU 40 Tahun 1999 tentang Pers, termasuk pula jika wartawan melakukan investigasi wajib melakukan kordinasi kepada redaksi, sehingga bilamana mengalami kendala dilapangan maka pihak redaksi bisa mengambil sikap dan langkah guna menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Sukarno Ketua FKPQ Indonesia.@tim..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here