Perubahan Nama Layanan, Semua Pengurusan Bisa Dilakukan di Kelurahan dan Kecamatan

0
14

Panjinasional, Surabaya – Peluncuran Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disambut masyarakat sebagai hal yang memberikan kemudahan pelayanan publik bagi warganya yang digulirkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri).

Guna memastikan program ini mulai berjalan, Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajarannya meninjau langsung layanan adminduk terintegrasi dengan PN di Kantor Kecamatan Tambaksari, Rabu (19/5/2021) lalu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdialog dengan warga yang baru menyelesaikan sidang di Kecamatan Tambaksari oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (19/5/2021).

Dalam momen tersebut, wali kota bersama Hakim PN Surabaya, Yohanes Hehamony, secara simbolis juga menyerahkan dokumen kependudukan akta kematian kepada salah satu warga pemohon. Penyerahan ini disaksikan pula Wakil Ketua beserta seluruh anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Cak Eri (panggilan akrab walikota Eri Cahyadi) Dalam sambutannya mengaku bersyukur, lantaran kerjasama atau sinergi antara pemkot dan PN Surabaya yang sebelumnya telah terealisasi di Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Siola dapat dikembangkan di tingkat kecamatan. Sehingga warga cukup datang ke kantor kecamatan jika ingin melakukan pengurusan adminduk yang berhubungan dengan PN Surabaya.

“Insya allah setelah kerjasama PN Surabaya dengan pemkot, sidangnya dapat dilakukan di Kantor Dispendukcapil untuk pertama kali. Tapi setelah itu dapat dilakukan di masing-masing kecamatan, untuk mendekatkan dengan masyarakat biar tidak terlalu jauh,” kata Cak Eri.

Cak Eri juga menjelaskan, 18 jenis layanan adminduk yang diintegrasikan dalam program ini, biasanya harus diurus dan mengikuti sidang di PN Surabaya. Adapun 18 jenis layanan adminduk itu adalah::

1). Pelayanan perubahan biodata akibat perbedaan data pada NIK ganda, 2). Perubahan nama pada akta kelahiran, 3). Perubahan jenis kelamin pada akta kelahiran, 4). Perubahan tempat tanggal lahir pada akta kelahiran, 5). Perubahan nama orang tua pada akta kelahiran, 6). Perubahan nama pada akta kematian, 7). Perubahan nama pada akta perkawinan, 8). Perubahan nama pada akta perceraian, 9). Pengangkatan anak, 10).Pengesahan anak, 11).Pengakuan anak. 12).Perubahan nama pada akta pengesahan anak, 13).Perubahan nama pada akta pengangkatan anak, 14).Perubahan nama pada akta pengakuan anak, 15).Perkawinan yang dilakukan antar umat beragama yang berbeda, 16).Akta kematian bagi seorang yang tidak jelas karena hilang/mati tetapi tidak ditemukan jenazah,

17).Pencatatan kematian yang tidak memiliki dokumen kependudukan dan atau keterangan kematian,

18).Permohonan orang yang sama.

“Alhamdulillah berkat hebatnya Kepala Dispendukcapil dan Ketua PN Surabaya, sekarang cukup datang sekali (di Kecamatan) akta-nya sudah jadi, pengesahan pengadilannya, akta kematiannya langsung diterima. Kalau perubahan nama, KK dan KTP-nya juga langsung diterima,” ujar Wali Kota.

Eri juga menambahkan bahwa,  layanan sidang PN Surabaya yang terintegrasi dengan adminduk ini nantinya akan berputar di 31 kecamatan. Misalnya, ketika berkas pengajuan sidang warga Kecamatan Sukomanunggal banyak, maka Hakim PN Surabaya akan berada di sana.

“Insya Allah ini akan berputar, tidak hanya di kecamatan ini (Tambaksari), akan berputar sidangnya. Jadi nanti kita kumpulkan, oh ternyata yang banyak Kecamatan Sukomanunggal kita berubah kesana. Kalau di Kecamatan Benowo yang sudah terkumpul banyak, kita berubah di sana. Saya manturnuwun (terima kasih) kepada Ketua PN Surabaya karena beliau berkenan berputar di kecamatan sesuai kondisi,” lanjutnya.

Sisi lain, Cak Eri juga menyatakan, langkah keberhasilan mendekatkan layanan publik kepada warga Surabaya berkat adanya support dari PN beserta DPRD Kota Surabaya. Baginya, terobosan pemkot ini tak akan terealisasi tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak.

“Karena itu saya mohon support dan doanya, kami semua yang hadir di sini sebagai perwakilan pemerintah maupun DPRD Surabaya agar selalu bisa istiqomah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menilai, bahwa inovasi pelayanan adminduk terintegrasi dengan PN Surabaya ini merupakan solusi solutif untuk menjawab permasalahan warga. Bahkan menurutnya, inovasi yang baru diluncurkan di Surabaya ini menjadi yang pertama di Jawa Timur.

“Jadi di Jawa Timur belum ada terkait dengan penyelesaian administrasi kependudukan yang menghadirkan PN (Pengadilan Negeri) itu di tingkat kecamatan. Saya kira memang beberapa permasalahan sering muncul ketika kita turun ke masyarakat adalah persoalan administrasi kependudukan,” kata Reni saat ditemui usai acara.

Reni menyebut, salah satu contohnya adalah ketika warga harus mengurus akta kematian keluarganya yang telah meninggal puluhan tahun. Untuk mendapatkan akta tersebut, keluarga yang ditinggalkan harus mengikuti beberapa kali sidang di PN Surabaya. Tentu hal itu membutuhkan waktu dan menambah biaya yang harus dikeluarkan masyarakat.

Oleh sebab itu, Reni mengapresiasi inovasi yang digagas Wali Kota Eri Cahyadi tersebut. Kebijakan yang dijalankan ini, merupakan solusi solutif menjawab persoalan yang selama ini ada di masyarakat. “Nanti juga dikembangkan lagi untuk Pengadilan Agama, terkait dengan surat nikah dan sebagainya,” ujarnya.@*Red.. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here