Langkah Penyelamatan Garuda yang Terlilit Utang 70 T. Ini 4 Opsi Erick Thohir

0
14
Erick Thohir Menteri BUMN

Panjinasional.net, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang dipimpin Erick Thohir memiliki empat opsi penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang dikabarkan tengah terlilit utang hingga Rp 70 triliun. Opsi itu terlihat dalam paparan Kementerian BUMN yang telah disampaikan kepada Dewan Direksi Garuda. “Sudah (menerima paparan Kementerian BUMN),” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam pesan pendek, Jumat, 27 Mei 2021.

Opsi pertama, Kementerian BUMN akan memberikan dukungan penuh kepada perusahaan pelat merah. Kementerian bakal terus mendukung Garuda melalui pemberian pinjaman atau suntikan ekuitas. Cara ini telah dilakukan oleh pemerintah negara lain, seperti Singapura untuk Singapore Airliness, Hong Kong untuk Cathay Pacific, dan Cina untuk Air China. Namun, upaya ini memiliki risiko bagi perusahaan. Dukungan berupa pinjaman akan meninggalkan utang warisan yang besar dan membuat perusahaan menghadapi situasi menantang di masa depan.

Sedangkan opsi kedua, Kementerian BUMN akan menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi emiten berkode GIAA itu. Cara ini menggunakan legal bankruptcy process untuk merestrukturisasi kewajiban, misalnya utang, sewa, kontrak kerja.

Adapun opsi yurisdiksi yang akan digunakan mencakup hukum US Chapter 11, foreign jurisdiction lain seperti Inggris, dan PKPU. Cara ini pernah dilakukan pemerintah negara lain, seperti Chili untuk maskapai Latam Airlines, Malaysia untuk Malaysia Airlines, dan Thailand untuk Thai Airlines.

Namun, cara ini memiliki risiko karena tidak jelas apakah undang-undang di Indonesia mengizinkan restrukturisasi. Selain itu, restrukturisasi memang berhasil memperbaiki masalah seperti utang dan leasing, namun tidak menyelesaikan persoalan mendasar, seperti budaya dan warisan.

Selanjutnya opsi keempat adalah merestrukturisasi Garuda dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Melalui opsi ini, Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi dan pada waktu yang sama, didirikan perusahaan maskapai domestik baru.

Sedangkan maskapai baru ini bakal mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda dan menjadi penerbangan nasional di pasar lokal. Cara ini pernah dilakukan Pemerintah Belgia untuk Sabena Airlines dan Pemerintah Swiss untuk Swiss Air.

Namun, opsi ini perlu dieksplorasi lebih lanjut sebagai alternatif agar Indonesia tetap memiliki penerbangan nasional. Adapun estimasi modal yang dibutuhkan mencapai US$ 1,2 miliar.

Opsi keempat atau terakhir ialah likuidasi Garuda. Sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan dan  meningkatkan layanan udara, misalnya dengan pajak bandara atau subsidi rute yang lebih rendah. Cara ini pernah dilakukan Brazil untuk maskapai Varig dan Hungaria untuk Malév Hungarian Airlines. Namun, dengan cara penyelamatan ini, Indonesia tidak lagi memiliki maskapai nasional pelat merah.

Perlu diketahui, Garuda telah mencatatkan utang hingga Rp 70 triliun atau US$ 4,9 miliar. Garuda memiliki utang yang jumlahnya bertambah lebih dari Rp 1 triliun per bulan seiring dengan penundaan pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pada pemasok.

Arus kas Garuda pun berada di zona merah dengan ekuitas Rp41 triliun. Sebagai langkah untuk mempertahankan bisnis, Garuda akan melakukan restrukturisasi yang meliputi pengurangan jumlah armada pesawat hingga 50 persen.

Walau saat ini Garuda memiliki 142 pesawat, perseroan pada masa mendatang hanya bakal mengoperasikan 70 unit. Garuda belakangan juga kembali menawarkan pensiun dini kepada karyawan. Rencananya, pensiun dini mulai berlaku pada Juli 2021.@net..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here