Jangan Diperdebatkan, Vaksin Nusantara Akan Selesaikan COVID-19

0
48

Panjinasional, Jakarta – Dr. Terawan Agus Putranto menjelaskan saat ini dunia sedang membicarakan imunoterapi dendritik sel. Sebab, menurutnya, dunia percaya bahwa COVID-19 akan dihentikan oleh vaksin nusantara itu. Meskipun, BPOM, RSPAD, dan Kemenkes sudah sepakat bahwa penelitian yang dipimpin Terawan berlabel imunoterapi sel dendritik.

Ditambahkan Terawan, di New York AS yang kini sudah terbit sebuah jurnal kesehatan yang isinya tentang Dendritik Sel Vaksin Imunoterapi. Judulnya, ‘Begining of the End Cancer and COVID-19’.,dikutip dari kumparannews.

“Artinya apa, dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini termasuk COVID-19 adalah dendritik sel vaksin imunoterapi atau vaksin nusantara,” kata Terawan dalam pernyataannya dikutip dari akun Youtube Josie Chyntia, Minggu (26/5)

Apa perbedaannya dengan vaksin konvensional?

Pernyataan Terawan mengatakan, perbedaan vaksin konvensional dan vaksin berbasis dendritik sel adalah, karena dendritik vaksin melakukan intervensi di luar tubuh manusia.

“Dan itu sangat safety, karena kita sudah sangat lama berkecimpung di pembuatan dendritik vaksin itu dengan dr Nyoto (Nyoto Widyo Astoro), bersama-sama dengan kita semua sudah mengembangkannya jauh-jauh hari untuk penanganan cancer, kita hanya mengubah antigennya, menjadi antigen artificial atau antigen rekombinan COVID-19, Sars Cov-2,” papar Terawan.

Lanjut Terawan, Artinya vaksin bisa menyesuaikan kapan saja. Pun ketika mutasi virus, vaksin bisa menyesuaikan. “Kita bisa menyesuaikan kapan saja, mau mutasi kapan saja bisa kita sesuaikan, dampaknya apa, ketahanan kesehatan nasional menghadapi pandemi ini bisa kita atasi dengan membuat imunitas yang baik buat setiap warga negara,” tandas Terawan.

Saat ini, uji klinis vaksin nusantara baru tahap I dan II, setelah itu masih ada uji klinis tahap ketiga untuk sebagai syarat memproduksi massal dan aman disuntikkan ke masyarakat. Ujar mantan Menteri Kesehatan Terawan.

Terawan Budi Putranto juga menilai tidak perlu ada perdebatan terkait jenis vaksin virus corona berbasis sel dendritik.

Menurutnya sel dendritik yang dikenal dengan Vaksin Nusantara ini merupakan rintisan dari TNI AD, khususnya RSPAD Gatot Soebroto. Terawan juga mengaku telah disuntik vaksin tersebut.

Dia juga merupakan inisiator dan relawan Vaksin Nusantara. Terawan menyebutkan jika rasa dari Vaksin Nusantara ini enak setelah dirinya disuntik vaksin tersebut.

Terawan Tidak Ingin Vaksin Nusantara Diperdebatkan

Dr.Terawan Agus Putranto saat meninjau persiapan uji klinis fase II vaksin Nusantara di RSUP dr. Kariadi Semarang. Foto: Dok. Istimewa

“Tidak usah diberdebatkan seolah-olah ini vaksinnya kayak apa, itu tidak penting. Namanya itu sebagai dendritik sel imunoterapi. Yang gampang sebutnya ya Vaksin Nusantara. Ini memang karya yang sudah dirintis TNI AD, khususnya RSPAD Gatot Soebroto,” kata Terawan, mengutip konferensi virtual pada Selasa (25/5/2021), yang diunggah di kanal Youtube Josie Cynthia, Rabu (26/5/2021).

“Kebetulan saya, dan temen-teman, sebagian kita semua yang ada di sini sudah jadi relawan dan bisa merasakan efek imun dari Vaksinasi Nusantara, dan rasanya enak,” ujarnya.

Selain itu, Terawan juga menegaskan dan meminta agar pengembangan Vaksin Nusantara dapat dilanjutkan oleh para ilmuwan yang terkait. Dirinya juga menyebutkan jika dilihat dari keamanan dan teknis, penyuntikan vaksin bukanlah hal yang sulit. Menurutnya, teknis penyuntikan vaksin, pengambilan dan pembuatan sel dendritik mudah dan bisa diajarkan.

“Urusan ini simple sekali, itu urusan inovasi yang gampang kita buat, sangat sederhana dan penyimpanannya tidak butuh inkubator khusus. Kalau secara teknis juga dikemukakan begitu simpelnya teknologi ini, yang penting adalah mempublikasikan menjadi evidence,” ucap Terawan.@red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here