IKA PMII Gelar Halal Bihalal dan Sarasehan Perkembangan Industri

0
61
Dr Mujib Rohmat sedang menyampaikan materi seputar pendidikan di tengah perkembangan industri

Kendal. www.panjinasional.netIkatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika PMII) Kendal menyelenggarakan kegiatan halal bihalal dan sarasehan  bertema “Perkembangan Industri di Kendal” yang dimoderatori mantan Ketua PWI Kendal  Agus Umar, di Ruang Meeting PT Terryham Proplas Indonesia, produsen Kends UPVC.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Munajah Rotib Al Haddad dipimpin Gus Ali Sodikun. Hadir dalam acara yang digelar Jumat 21 Mei 2021, itu Anggota Komisi X DPR RI  Dr Mujib Rohmat, Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar, anggota PWI Kendal dan anggota Ika PMII Kendal. 

Mujib menjelaskan dalam setiap perkumpulan kaum intelektual seperti Ika PMII, 

diperlukan kolaborasi yang mendasar. “Kita ini seolah olah kumpul tapi atine dewe-dewe. Karena itu kolaborasi memang mudah diucapkan tapi susah dilaksanakan. Masing-masing sibuk kerja, punya urusan sendiri, tanggung jawab sendiri, bahkan punya maksud dan keinginan sendiri-sendiri yang kemungkinan besar berbeda. Untuk itu harus ada ta’awun mubarokah. Ngrembug fokus menuju persatuan dan kesatuan ke indonesiaan. Seringkali justru perbedaan itu yg menjadikan kesepakatan dalam kolaborasi,” kata politisi Golkar tersebut.

Kolaborasi itu, lanjutnya, juga sangat penting dilakukan sektor pendidikan dan industri. Apalagi di Kendal sektor industri termasuk industri pariwisata menjadi jargon kepemimpinan saat ini. Kedua sektor tersebut harus menjalin kolaborasi yang harmonis dan signifikan sehingga keduanya bisa chemistry, matching. 

“Di sektor industri dan pendidikan sering terjadi missmatch. Industri sudah merambah ke-elektrisasi atau mesin digital, tapi kurikulum dan sarana prasarana sektor pendidikan masih berbasis manual. Kondisi ini perlu dijembatani adanya pendidikan vokasi dan pemagangan siswa di sektor industri sehingga ke depannya akan terjadi interaksi yang saling mendukung. Tidak menutup kemungkinan sektor industri pariwisata Ngebum, Kendal misalnya, dari omzet 1,2 miliar bisa meningkat menjadi 1,7 miliar karena menggunakan kapal kecil produksi Kends UPVC,” katanya sambil menambahkan kalau dirinya memang memberi perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan di Kendal dalam rangka mabadi’ khoirul ummah, mewujudkan kesalehan sosial.

Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar menegaskan menyambut positif gagasan pengawinan sektor pendidikan dengan industri. Apalagi perusahaan yang dipimpinnya sudah lama menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah.  

“Dengan adanya penegasan Komisi X DPR RI, semakin menambah keyakinan kami untuk meningkatkan pendidikan vokasi yang selama ini sudah kami selenggarakan puluhan kali untuk mencetak pengusaha muda khususnya di bidang upvc,” tegas Syamsunar.(Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here