Peringati Harkitnas, Gubernur Khofifah: Jatim Harus Jadi Barometer Kebangkitan dari Pandemi

0
92

Panjinasional, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yakin JawaTimur mampu jauh lebih   cepat bangkit dari pandemi Covid-19 dan menjadi   barometernasional. Keyakinan  tersebut didasarkan pada fakta   bahwa Jatim memiliki modal sosial, semangat gotong royong, persaudaraan dan semangat solidaritas yang kuat.

“Saya sangat optimistis Jatim bisa bergerak lebih cepat saat fase pemulihan akibat pandemiCovid-19 ini,” ungkap Khofifah usai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-113   di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Kamis (20/5).

Khofifah mencontohkan, saat awal pandemi Covid-19, medio Juli lalu Jatim sempatmenempati posisi puncak kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Seluruh kabupaten/kota diJatim merupakan zona merah. Bahkan Jatim sempat menjadi provinsi dengan jumlah kasusaktif terbanyak di Indonesia, melewati DKI Jakarta yang menjadi episentrum awal penularan.

Namun, lanjut Khofifah, dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan Jatim berhasil menekanlaju penyebaran Covid-19 dan keluar dari zona merah. Kurva penambahan kasus baru diJatim terus melandai. Jatim juga   mencatatkan diri sebagai provinsi dengan presentase kesembuhan sangat tinggi dibandingkan provinsi lain. “InsyaAllah, dalam hal capaian vaksinasi, Jatim juga menempati posisi teratas. Ini menjadisalah satu bukti, bahwa masyarakat Jatim ingin secepat mungkin keluar dari situasi ini,”tuturnya. 

Menurut Khofifah, jika pandemi ini dapat terkendali maka ekonomi rakyat pun akan dengancepat pulih. Oleh karena itu, Khofifah meminta seluruh   masyarakat Jatim untuk   tetapberjuang melawan pandemi dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Pandemi memang belum berakhir, tapi kita tetap harus menjaga rasa optimisme atas segalaikhtiar yang kita lakukan bersama. Indonesia bukan bangsa bermental kerupuk, kita bangsayang tangguh,” pungkas Khofifah. (Red*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here