INFO UPDATE Mudik Bisa Dengan Syarat dan Daftar 8 Wilayah Aglomerasi KA Jarak Jauh dan Lokal yang Beroperasi

0
86

Panjinasional – Informasi ter-update perjalanan Mudik Jalur Surabaya, di antaranya adalah daftar Kereta Api (KA) yang masih beroperasi saat momen larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Selain itu, ada beberapa wilayah aglomerasi yang diizinkan adanya perjalanan selama masa larangan Mudik lebaran. dikutip dari suryaco.id,, Salah satunya adalah wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya.

Diketahui, Pemerintah telah menetapkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021.

Selain itu ada pula pengetatan perjalanan melalui Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021., Berikut ulasan selengkapnya Info Mudik Surabaya.

1. Daftar KA Jarak Jauh dan Lokal yang Beroperasi adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap mengoperasikan Kereta Api (KA) Jarak Jauh pada saat momen larangan Mudik. Hanya saja transportasi ini diperuntukkan bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan Non Mudik.

Sedangkan Pengoperasian KA ini sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

“Periode 6-17 Mei 2021, KAI menjalankan Kereta Api Jarak Jauh bukan untuk melayani masyarakat mudik Lebaran., Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah mudik tetap dilarang,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Selasa (04/05/2021).

Untuk Tiket KA tersebut dijual melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi Mitra Resmi KAI, dan khusus pembelian tiket di loket stasiun dilayani penjualan langsung 3 jam sebelum keberangkatan.

“Jumlah KA yang kami operasikan memang hanya terbatas untuk mengakomodir pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik.

KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan dan hanya menjual tiket sebanyak 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia,” kata Luqman.

Selanjutnya, untuk perjalanan KA Lokal, terdapat 4 KA yang dioperasikan di mana dilakukan pembatasan jam operasional yaitu keberangkatan dari stasiun awal maksimal pukul 20.00.

Luqman mengatakan, KA Jarak Jauh maupun lokal yang dijalankan tersebut sudah mendapatkan izin dari Pemerintah.

KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 pada moda transportasi kereta api.

Inilah daftar KA yang beroperasi pada masa 6 – 17 Mei 2021 :

KA Jarak Jauh dan Menengah

1. Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir

2. Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung

3. Gajayana relasi Malang – Gambir

4. Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir

5. Maharani relasi Surabaya Pasar Turi – Semarang

6. Sri Tanjung relasi Surabaya Gubeng – Lempuyangan & Surabaya Gubeng – Ketapang

7. Tawang Alun relasi Malang – Ketapang

8. Probowangi relasi Surabaya Gubeng – Ketapang

9. Pasundan Lebaran relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong

Kereta Api Lokal:

1. Penataran relasi Surabaya Kota – Malang – Blitar PP

2. Tumapel relasi Malang – Surabaya Kota

3. Dhoho relasi Surabaya Kota – Kertosono – Blitar PP

4. Jenggala relasi Mojokerto – Sidoarjo PP

2. Syarat Calon Penumpang KA jarak jauh

Pada periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh.

Namun, KA ini hanya diperuntukan bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik, sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

“KAI menjalankan Kereta Api Jarak Jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Selasa (4/5/2021).

Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan Kereta api adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik yaitu untuk bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Bagi pegawai instansi pemerintahan/ ASN/BUMN/BUMD/prajurit TNI/anggota Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa/Lurah setempat.

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk satu kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” katanya.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena kita mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” tegas Ixfan.

Meski telah diberlakukan Addendum SE Satgas Penanganan Covid-19 yang melarang masyarakat melakukan mudik selama 6-17 Mei 2021, namun Kementerian Perhubungan memberikan pengecualian aktivitas mudik untuk wilayah tertentu yang lokasinya berdekatan.

Pengecualian ini dikenal dengan istilah mudik lokal, karena hanya diberlakukan di wilayah aglomerasi atau beberapa kabupaten/kota tertentu yang satu sama lain saling berdekatan.

Berikut ini adalah 8 wilayah aglomerasi yang diizinkan adanya perjalanan selama masa larangan Mudik, melansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Larangan Mudik 6-17 Mei, Sanksi dan 8 Wilayah Aglomerasi Mudik Lokal’

1. Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo;

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi;

3.Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat;

4. Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi;

5. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul;

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen;

7. Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, dan Sidoarjo;

8. Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, dan Sungguminasa.

Kemudian, selain 8 wilayah Aglomerasi tersebut maka tetap dilarang adanya perjalanan masyarakat untuk kegiatan mudik,,@red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here