Warga Madura yang Terbiasa Dengan Budaya “Toron”/ Mudik, Simak Aturannya

0
145
Aktivitas Jembatan Suramadu dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum

Panjinasional, Surabaya – Sudah jadi Tradisi kebiasaan mudik pulang kampung atau lebih populer disebut toron bagi masyarakat Madura pada saat Hari Raya Idul Fitri dan sudah menjadi tradisi. Namum dengan adanya larangan mudik oleh pemerintah maka harus berpikir atau lebih baik dibatalkan.

Sebab, jalur Jembatan Suramadu yang sudah menjadi jalur utama pastinya akan disekat mulai tanggal 6 Mei 2021, sama seperti jalur pintu masuk dan keluar di perbatasan Surabaya lainnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan pihaknya telah menyiapkan protap di pos-pos sekitaran Jembatan Suramadu.

“Hal itu bersifat Rayonisasi yang tidak jauh beda dengan Aglomerasi yaitu antar wilayah,” ujar Ganis kepada awak media, Jumat (30/4/2021).

Menurut Ganis, para pemudik yang berangkat sebelum 6 Mei 2021 juga diwajibkan membawa hasil negatif Rapid Tes yang berlaku 24 jam. Pemudik bisa mengurus surat izin keluar masuk (SIKM) di masing-masing instansi. “Kalau untuk masyarakat umum harus ada keterangan dari kelurahan. Kalau ASN, TNI, dan Polri itu dari pimpinannya,” jelas dia.

Masih AKBP Ganis. Jika sudah memasuki 6 Mei 2021, maka upaya Mudik tidak lagi bisa dilakukan. Yang bisa melintasi di Jembatan Suramadu hanya masyarakat yang berkepentingan mendesak, seperti Distribusi Logistik dan Ambulance.

“Namun Jembatan Suramadu tidak ditutup, tetapi hanya untuk kepentingan distribusi. Yang tidak berkepentingan kami minta putar balik,” tegas Ganis wanita yang memimpin Satuan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Apabila ada travel yang tetap nekad mengantarkan pemudik, pihaknya tidak segan-segan menyita mobil hingga pasca-lebaran. Maka untuk masyarakat di himbau agar tidak memaksakan diri untuk pulang kampung atau mudik.

“Kami harus bertindak tegas sebab Covid-19 ini belum berakhir, dan agar tidak menambah kluster baru, bahkan sudah banyak indikasi virus varian baru. Tentunya keselamatan adalah hukum yang tertinggi,” ujarnya.@Qsim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here