Praktisi Hukum Minta Penyidik Tinjau Ulang Pasal Pembunuhan Terhadap Anak Yatim

0
91
Syamsuri, SH Praktisi Hukum

Sumenep, www.panjinasional.net – Kasus Pembunuhan terhadap Selfi Nur Indah anak yatim yang masih berumur 4 Tahun masih terus menjadi perhatian kalangan praktisi hukum yang ada di Kabupaten Sumenep.

Kendati Polres telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut dan sudah menetapkan tersangka. Namun kalangan praktisi hukum sebut saja Syamsuri, SH., mulai menilai agar penyidik melakukan peninjauan ulang terhadap penerapan pasal tersebut.

Menurut Syamsuri, SH., mengatakan, Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun yang dijeratkan pada pelaku pembunuhan anak yatim tersebut perlu ditinjau ulang.

” Perlu ditinjau ulang karena menurut hemat kami kurang memberi rasa keadilan,” kata Syamsuri, S.H, Sabtu (1/5/2021).

Dikatakan olehnya, ditinjau dari sisi penerapan Pasal pada perlindungan anak dapat diterima, hanya kata dia perlu ada penambahan Pasal lain yang berkaitan dengan kasus itu. Karena menurutnya bisa jadi pembunuhan terhadap anak yatim tersebut berencana atau yang lainnya.

” Soal motif perlu ditelusuri dan ditelaah kembali. Jika berbicara pembunuhan, pasti ada beberapa motif. Apakah berencana atau hanya Spontanitas saja,” pintanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika hanya mengacu pada pembunuhan secara umum, barang siapa yang sengaja menghilangkan nyawa seseorang hukumannya 15 tahun penjara. Hal itu juga mengacu pada Pasal 340 KHUP dan Pasal 339 KUHP.

” Ada Pasal runtutan atau pidana lain yang berlaku dengan motif pembunuhan bocah itu, yang jelas, itu berawal dari perhiasan korban yang dijual, kemudian disekap dan dibuang ke sumur. Itu perlu juga dikaji rentetannya,” paparnya.

Maka dari itu, Sambung Advokat Alumni Sekorejo ini, penerapan Pasal terhadap kasus pembunuhan anak yatim 4 Tahun ini perlu dikaji dengan matang.

” Sehingga kasus ini akan menjadi terang dan akan diketahui secara pasti. Apakah termasuk pembunuhan berencana atau bukan, dan Penerapan Pasalnya juga dapat disesuaikan dengan perlakuan tersangka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Selfie Nur Indah Sari ditemukan meninggal dunia dalam sumur mati, Dusun Pandan, Desa Ambunten Tengah, Sumenep, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (21/4/2021). Korban hilang sejak pukul 11.00 WIB, Minggu (18/4/2021).

Penyidik menetapkan SL sebagai tersangka sekitar Pukul 23.00 WIB, Kamis, 29 April 2021 pasca melalui proses penyelidikan.

Atas kasus tersebut, penyidik Polres Sumenep, menerapkan Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman hukuman 15 tahun Penjara.@bas/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here