Kantor Puskesmas Jadi Tempat Cetak Peraga Kampanye Calon Kades. Tokoh Masyarakat Bergerak

0
166

Sumenep, www.panjinasional.net – Fasilitas Kantor Kantor Puskesmas (Pelayanan Kesehatan Masyarakat) Kepulauan Ra’as, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga dijadikan tempat mencetak kebutuhan peraga kampanye salah satu Bakal Calon Kades yang maju di Pilkades serentak Tahun 2021 oleh Oknum ASN yang bertugas di kantor Puskesmas.

ILUSTRASI

Dugaan tersebut muncul, karena saat ini beredar foto yang diduga seorang Oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ditenggarai bertugas di Kantor Puskesmas Ra’as tersebut sedang menggunakan fasilitas yang ada di Kantor Puskesmas Kecamatan Ra’as, untuk keperluan cetak atribut peraga kampanye Calon Kepala desa yang akan berkontestasi dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Sumenep pada 8 Juli 2021 di Kecamatan Ra’as mendatang.

Dalam photo yang beredar dikalangan Pemburu Berita, tampak diduga seorang Oknum ASN pegawai Puskesmas Ra’as tersebut, duduk berdampingan dengan seseorang yang ditenggarai Bacalon Kades (Bakal Calon Kepala Desa) Brakas, Kecamatan Ra’as.

Selain itu nampak juga yang diduga Oknum ASN sedang sibuk mengguntingi stiker Bacalon Kades Brakas di ruangan yang diduga kuat berada di Puskesmas tempatnya bertugas.

Disamping itu tampak juga stiker Bacalon Kades tersebut sedang dilaminating menggunakan mesin milik Puskesmas Ra’as.(fasilitas negara).

Menaggapi beredarnya foto yang diduga Oknum ASN yang menggunakan fasilitas Kantor Puskesmas Ra’as, membuat tokoh Masyarakat Kecamatan Ra’as sebut saja Mahmudi, mulai angkat bicara.

Menurut tokoh masyarakat asli Putra Kepulauan Ra’as tersebut mengatakan,  yang pertama secara pribadi yang bersangkutan PNS (ASN,red) yang sudah dilarang. Karena kata dia ada Perbup dan Peraturan Kepegawaian yang tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis, baik itu di Pemilihan Pilkada maupun Pilkades.

” Ini perilaku Politik, yang condong atau berafliasi Politik kepada salah satu calon Kontestan Pilkades,” kata Mahmudi, Selasa malam (27/4/2021) di Sumenep.

Yang kedua, menurut Mahmudi, lokasinya mencetak atau atribut kampanye dilakukan di Puskesmas. Sedangkan kata dia Puskesmas itu katagori areal publik, pemiliknya adalah masyarakat.

” Kalau dia kemudian condong kepada salah satu kontestan Politik. Ita merugikan Calon yang lain dong. Sekaligus merugikan masyarakat. Nah kemana Kapusnya (Kepala Puskesmasnya,red). Apakah dia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu,” urainya.

Mahmudi juga mulai mengungkapkan bahwa antara Kapus dan yang bersangkutan (Oknum ASN,red) ada kaitan gen, dalam kontek adik kakak.

” Kalau dia (Kapus,red) tidak tau, dia (Oknum ASN,red) berarti tega sama kakaknya melakukan seperti itu. Kalau tahu, berarti apa tidak mungkin kita mengatakan tidak ada kerja sama,” ujarnya.

Kalau misalnya tahu berarti kan ada pembiaran,” tanya Wartawan?, kata dia,  pembiaran, kedholiman pada dirinya, kedholiman terhadap jabatannya, kedholiman terhadap calon sendiri. ” Kan Calonnya dia sendiri,” sebutnya.

Kecuali, Sambung Mahmudi, dia tidak tahu. Apakah benar seperti yang bersangkutan itu tidak tau terhadap Undang-Undang?  Apakah benar Kapusnya tidak tahu Undang-Undang? Apakah benar ASN-ASN yang terlibat tidak tahu Undang-Undang?

” Kalau tidak tahu apa yang dibutuhkan.? Pembinaan kah. Kalau pembinaan butuh. Tapi apakah iya setua itu (sesenior itu) tidak tahu bahwa ASN tidak boleh ber afliasi ke salah satu kandidat . Kenapa? ASN kan artinya punya masyarakat juga. Karena digaji dari dana masyarakat nyambungnya kesana. Kenapa harus Netral?. Karena ASN digaji pemerintah oleh dana masyarakat. Makanya harus Netral,” tandasnya.

Harapannya kepada Pemerintah Kabupaten?, harus menindak, minimal di evaluasi, ” Ada ketidak beresan di Kecamatan Ra’as. Apakah ini awal, apa sudah terjadi beberapa tahun yang lalu,” tukasnya sambil bertanya?..

Sementara itu, saat dihubungi via telpon gengamnya Kepala Puskesmas Ra’as H. Herman, mengatakan bahwa dirinya ada di Sumenep. Saat disinggung tentang Puskesmas Ra’as yang dijadikan pembuatan/mecetak alat (peraga,red) kampanye salah satu Bacalon Kepala desa. H. Herman, (Kapus,red) terkesan irit bicara atau tidak bisa menjelaskan?.

Bahkan ketika dihubungi kembali dan sudah terdegar nada sambung masuk. Kepala Puskesmas Ra’as, itu,  malah merijek panggilan telpon awak media. Selasa malam (27/4/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono, menyampaikan bahwa harus mengikuti aturan Pilkades. Aturan Pilkades itu bagimana ya dijalankan aja. ” Misalnya ASN itu harus Netral itu jalankan aja,” kata Agus Mulyono, Rabu (28/4/2021) saat ditemui di Kantornya.

Terkait dengan fasilitas tersebut? Menurut Agus iya disesuaikan dengan aturan. Apa yang ada diaturan harus dijalankan.

” Sudah saya tegur, tidak boleh, langsung malam itu juga saya minta fotonya sekarang juga,” tegas Agus.

Disinggung apa ada Sanksi bagi Oknum ASN tersebut, menurut Agus Sanksi itu mengikuti PP 53. Pokoknya aturan-aturan yang ada Pilkades diikuti semua pihak dan dijalankan sebagaimana mestinya.

” Untuk Puskesmas, harud fokus pada pelayanan di bidang kesehatan. Saya titip itu untuk bisa melaksankan fungsi-fungsi pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tandasnya.@Qib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here