Terbongkar Alasannya, Aburizal Bakrie Pilih Divaksin Nusantara: Saya Yakin dan Berutang Nyawa

0
176
Aburizal Bakrie menjadi pelopor vaksinasi untuk Vaksin Nusantara

Panjinasional, Jakarta – Sepertinya Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berani membuka secara gamblang bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mau menjadi Pelopor Suntik Vaksin Nusantara bukan tanpa sebab atau asal-asalan. Sebab pastinya ada utang nyawa di baliknya.

Aburizal Bakrie menjalani vaksinasi langsung ditangani dr Terawan

Ini pengakyan Aburizal Bakrie yang biasa disebut Ical “Saya ini sudah berutang nyawa. Bagaimana mungkin tidak percaya,” ujar Aburizal Bakrie, kemarin, seperti dikutip redaksi industri .co.id dari penuturan Dahlan Iskan dilaman Disway.id pada Kamis (15/4/2021).

Dikatakan Dahlan, bahwa dirinya telah menghubungi Pak Ical (nama sapaan pengusaha Bakrie) Selasa lalu. “Tapi tidak berhasil. Ternyata beliau yang menghubungi saya, kemarin,” kata Dahlan.

Lalu Ical menceritakan, bahwa utang nyawa yang dimaksud adalah sebuah peristiwa tahun 2012. Ketika Pak Ical menjabat Ketua Umum Partai Golkar yang lagi menjadi Calon Presiden.

Saat itu tidak banyak yang tahu peristiwa kritis tersebut. Memang dirahasiakan. Mengapa? Kata Dahlan. “Kan waktu itu mau jadi Calon Presiden… Bisa payah..,” kata Ical kepada Dahlan, lantas keduanya tertawa-tawa. 

Juga, Diungkapkan Dahlan bahwa, sore itu, di tahun 2012 itu, Pak Ical sedang makan. Ketika menyuapkan sendok ke mulut, sendoknya mengarah ke pipi. Dicoba lagi, begitu lagi.

Berarti tanda-tanda lagi terserang stroke, sebutnya. Pak Ical kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dirawat intensif disitu. “Jangan sampai ada yang tahu. Dan menjelang tengah malam, Pak Ical koma,” imbuh Dahlan.

Lalu, Dokter yang merawat, akhirnya memutuskan memindahkan Pak Ical ke RSPAD. dan keluargapun menyatakan setuju.

Di RSPAD, menurut Dahlan, Pak Ical langsung ditangani dokter Terawan Agus Putranto memakai DSA-nya yang sangat kontroversial itu. 

Masih kata Dahlan, Pak Ical harus menjalani MRI terlebih dahulu. “Seluruh pasien yang akan menjalani DSA memang harus di-MRI lebih dulu untuk melihat seluruh saluran darah di otak,” kata Dahlan.

Melihat hasil MRI itu, perawat di RSPAD terkejut. Saluran darahnya praktis buntu semua. Sudah seperti tidak mungkin dilakukan DSA, yakni dengan cara memasukkan kateter dari arah selangkangan menuju seluruh saluran darah di otak.

Kateter itulah yang menembus satu saluran darah di kepala. Sambil membawa cairan ”Pembersih”. Lalu ditarik sedikit. untuk dimasukkan lagi ke saluran darah satunya. Ditarik lagi sedikit. Dimasukkan lagi ke saluran darah yang lain lagi. Sampai selesai. Sampai seluruh saluran darah yang buntu dibersihkan. “Tentu Pak Ical tidak tahu semua itu. Cerita tersebut ia dapatkan setelah dia sembuh, lalu diceritakan lagi ke saya kemarin,” terang Dahlan.

Kemudian, malam itu juga Pak Ical siuman. Lalu sehat secara spontan.

Kemudian, di pagi harinya Presiden SBY menelepon Pak Ical.  “Pak Ical tidak boleh sakit,” ujar Pak SBY seperti yang ditirukan pak Ical kepada Dahlan Iskan “Kok Bapak Presiden tahu saya sakit?” jawab Pak Ical.

“Saya kan Presiden,” jawab Pak SBY seperti yang diceritakan Pak Ical lantas tertawa-tawa: usaha merahasiakan sakitnyapun gagal.

Pelopor Vaksin Nusantara.

Dengan cerita itu, kata Dahlan, Pak Ical ingin mengatakan bahwa kepeloporannya menjalani vaksinasi Vaksin Nusantara (Lihat Disway: Fadilah Nusantara) bukan asal-asalan. Ada utang nyawa di baliknya. Sehingga Pak Ical mau jadi pelopor untuk suntik Vaksin Nusantara. 

“Bahkan juga nyawa istrinya. Belum lama ini juga terselamatkan” imbuh Dahlan.

Dimana, Pak Ical sudah membawa sang  istri ke mana-mana. Termasuk ke Amerika. Tetap saja tidak sembuh. Sampai harus pakai kursi roda.

Menurutnya, tidak ada pemikiran sama sekali untuk ke dokter Terawan. Akhirnya singkat cerita dibawa ke RSPAD dan ditangani dokter Terawan dan sembuh.

“Kali ini lewat fasilitas terbaru di rumah sakit itu, yang juga sangat kontroversial: cell cure. Maka sang istri pun menjalani cell cure. Ditambah DSA juga. Sembuh. Utang pun bertambah,” ungkap Dahlan.

“Waktu beliau diberhentikan dari IDI saya bikin Hastag #saveTerawan. Sampai Pak SBY pun turut pula ke hastag itu,” tandas Pak Ical, seperti diturunkan Dahlan Iskan dalam tulisannya.@disway/gtt..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here