Hasil Hearing dengan DPRD Tak Memuaskan. Ahli Waris Rumah Pompa Semampir Disarankan Tempuh Jalur Hukum

0
20
Budi Leksono Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya

Panjinasional, Surabaya – Langkah mediasi atau hearing kedua yang dilakukan Komisi A DPRD Kota Surabaya antara ahli waris lahan rumah pompa Semampir, Keputih dengan Pemkot Surabaya soal status kepemilikan lahan pompa air Semolowaru 1 belum menemukan titik terang. Kamis 15/03/21.

Suasana mediasi ahli waris rumah pompa air Semolowaru di DPRD Surabaya

Dalam pertemuan mediasi itu, menghasilkan putusan bahwa ahli waris agar menempuh jalur hukum dengan menggugat Pemkot Surabaya dengan menunjukkan bukti-bukti secara hukum atas kepemilikannya tersebut. Hal itu disampaikan oleh Budi Leksono selaku Sekretaris Komisi A. DPRD Kota Surabaya.

“Ini Resume rapat, kami minta kuasa hukum ahli waris untuk menempuh jalur hukum. Karena dari pihak pemkot belum ada kejelasan tentang ganti rugi 170 juta di tahun 2000 sampai sekarang kepada ahli warisnya,” tegas Budi Leksono alias Cak Bulek, sapaan akrabnya kepada wartawan.

Sebagaimana statmen Politisi PDI Perjuangan ini, bukti-bukti kuat yang dimiliki ahli waris tersebut juga bisa sebagai bahan untuk melakukan gugatan dan 99 persen dapat dimenangkannya.

“Intinya selama ini Wakijo pemilik lahan rumah pompa air ini belum pernah menerima sama sekali bentuk ganti rugi sebesar Rp 170 juta. Maka keputusan final hasil mediasi, kami sarankan kepada ahli waris untuk melakukan gugatan” kata Budi. 

Menanggapi keinginan ahli waris kasus ini agar dapat diselesaikan secara musyawarah. Namun H.Budi menjelaskan, bahwa mereka tidak tahu mengenai ganti rugi sudah ada apa belum. Namun, kenyataannya lahan itu sudah tercatat di aset Pemkot Surabaya. Ia menduga ada oknum yang memanfaatkan menerima dan mempermainkan anggaran Rp 170 juta tersebut.

“Sebenarnya ahli waris ini berharap uluran tangan atau bantuan dari Pemkot Surabaya. Agar tidak menunggu terlalu lama atau hingga menempuh jalur hukum. Tapi semuanya kembali kepada Pemkot Surabaya,” tandas Budi.

Namun Kuasa Hukum Ahli Waris, Jery menyampaikan kecewa dengan hasil Hearing kali kedua di Komisi A DPRD Surabaya. “Keinginan ahli waris kasus tanah ini maunya bisa di musyawarahkan dengan Pemkot Surabaya. Namun, kita tetap disarankan menempuh jalur hukum agar menggugat Pemkot Surabaya karena tidak memberikan ganti rugi sebesar 170 juta kepada kliennya,” ujarnya.

Selanjutnya Jery merasa kecewa, bahwa Pemkot tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran Rp 170 juta yang saat itu pihak pengadaan telah mengeluarkan nilai yang harus dibayar kliennya. “Ternyata di hearing Komisi A, tidak ada dokumen dari pemkot yang bisa ditunjukkan ke kita. Berarti ada indikasi bahwa kliennya tidak menerima uang tersebut. Jadi kami disarankan gugatan secara hukum,” kata Jery.

Sisi lain, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menyampaikan, bahwa Rumah Pompa Semolowaru 1 diklaim salah satu ahli waris dan belum pernah mendapatkan ganti rugi.

“Rumah pompanya dibangun sejak tahun 1990, kemudian tercatat masuk di aset pemerintah kota Surabaya tahun 2001. Jadi tidak mungkin kita memberikan ganti rugi. Kami sarankan kepada ahli waris bisa menempuh jalur hukum saja,” pungkas Erna kepada awak media,,@yoga. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here