IPW Ingatkan Kapolri, Kemungkinan Ada Bom Susulan Inteljen Harus Tanggap

0
55
Gambar Ilustrasi

Panjinasional, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapatkan masukan sekaligus peringatan dari Indonesia Police Watch (IPW) usai bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. IPW menyebut kemungkinan ada bom berikutnya.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane bahwa teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan peringatan pertama dan kemungkinan akan ada teror selanjutnya. “Ini juga merupakan peringatan buat jajaran kepolisian bahwa akan ada terror-teror susulan lainnya,” kata Neta kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Minggu (29/3/2021).

“Itu dikarenakan masih adanya kelompok kelompok teror dan kelompok radikal belum berhasil diciduk jajaran kepolisian, seperti di Poso atau tempat lainnya,” lanjutnya.

Ilustrasi: Beredar foto dua terduga pelaku bom bunuh diri di depan gereja Makassar. Mereka mengendarai motor matic bernopol DD 5984 MD, sesuai yang disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers. Dalam foto tersebut, tampak seorang pria bersorban membonceng wanita bercadar hitam di belakangnya. Juga wajah pelaku yang belum dipastikan keakuratannya, sebab kepolisian belum memberikan keterangan soal foto terduga pelaku bom bunuh diri tersebut.

Sementara itu, ungkap Neta, para teroris yang sudah selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya.“Kondisi ini tentu menjadi tugas berat Kapolri Listyo Sigit,” ucapnya.

Apalagi saat ini, tambah Neta, menjelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, dimana aktivitas dan kebutuhan sosial masyarakat kian meningkat.

Karena itu, untuk mengantisipasi telor bom bunuh diri seperti di Gereja Katedral Makassar, Kapolri perlu mengkonsolidasikan jajarannya. “Mulai dari jajaran intelijen hingga ke aparatur babinkamtibmas sebagai ujung tombak mempertajam telinga maupun penciuman jajaran kepolisian agar senantiasa mampu meningkatkan deteksi dan antisipasi dini,” pungkas Neta.

Secara terpisah, Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menduga aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan serangan balik dari kelompok terorisme kepada kepolisian.

Pasalnya, penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian sedang intensnya memberantas jaringan terorisme. “Aksi ini terjadi kemungkinan sebagai bentuk serangan balas dendam atau perlawanan,” katanya kepada media ini di Jakarta, Minggu (28/3/2021). “Model ini terjadi lagi mengingat penegak hukum sedang sangat intens memberantas jaringan teroris,” sambungnya.

Lebih jauh, Stanislaus melihat karakteristik dan model aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar kemungkinan besar pelaku berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) “Model ini sama dengan aksi di Gereja Surabaya dan Polrestabes Medan,” jelasnya.

Karena itu, Stanislaus meminta aparat kepolisian dalam hal ini kepolisian secepatnya mengungkap motif bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar itu. “Aparat penegak hukum yang sedang menangani peristiwa ini diharapkan dapat segera mengungkap siapa kelompok dibalik peristiwa ini dan menumpas jaringannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi didepan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021) pagi hari .@sumberpojoksatu/gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here