Wow…! Pemdes Guluk-Guluk Kelola Dana Hampir 10 Miliyar Selama Tiga Tahun?. Bagaimana Hasil Pembangunannya?

0
432

Sumenep, www.panjinasional.net – Dana Desa (DD) dan Anggaran dana desa (Add) serta bantuan keuangan lainnya sebagaimana jamak diketahui adalah untuk meningkatkan kesejateraan Rakyat di Desa melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Desa.

Namun dana triliunan rupiah yang digelontorkan oleh Pemerintah tidak serta merta sejalan dengan peningkatan kemajuan desa. Hal ini apakah karena ketidak mampuan sumber daya manusia (SDM) di desa atau karena kurangnya pengawasan?

Seperti di desa guluk-guluk Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep. Selama 3 (tiga) tahun saja yaitu sejak tahun 2018 hingga 2020 Desa Guluk-Guluk mengelola dana hampir 10 Miliyar rupiah. Tepatnya sebesar Rp. 9.332.711.561. (Sembilan miliyar tiga ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus sebelas ribu lima ratus enam puluh satu rupiah).

Apakah dana sebesar itu selama 3 (tiga) tahun ini sudah memberikan efek positif untuk akses kesejateraan rakyat Guluk-Guluk? Ikuti laporan hasil investigasi dari Divisi Investigasi Lembaga Bantuan Hukum Forum Rakyat Pembela Keadilan Dan Orang-orang Tertindas (LBH-FoRpKot) Indonesia.

Herman Wahyudi, SH Ketua LBH FoRpKot menyampaikan bahwa pihaknya sudah memilki data lengkap disertai bukti-bukti awal hasil investigasi lapangan terkait pengelolaan Keuangan Desa Guluk-Guluk.

” Data-data awal saya adalah APBDes dan Laporan Pelaksanaan APBDes. Ini yang menjadi dasar kami melakukan investigasi,” kata Herman Wahyudi disela-sela diskusi hasil analisis beberapa dugaan temuan lapangan pada Minggu (28/2/2021) kemarin di sebuah cafetaria di Kota Sumenep.

Menurut Herman biasa disapa kesimpulan dari hasil investigasi itu ada dugaan beberapa penyimpangan dalam Pelaksanaan APBDes Desa Guluk-Guluk selama 3 (tiga) tahun. ” Seharusnya dengan dana sebesar itu Desa Guluk-guluk sudah Maju dan infrastruktur sudah bisa dikatakan selesai,” tukasnya.

Dikatakan Herman, contohnya adalah selama tahun 2020 saja ada dana sebesar Rp.1,8 M untuk untuk pembangunan infrastruktur di Desa Guluk-Guluk dengan rincian pembangunan infrastruktur berupa pengerasan Jalan Desa Sebesar Rp. 493.399.240 ditambah lagi Pengerasan Jalan Desa Rp. 550.000.000 pembangunan jalan usaha tani sebesar Rp.  680.714.900. Plus pemeliharaan Jembatan Desa sebesar Rp. 86.570.000. ” Jadi tahun 2020 saja untuk pembangunan infrastruktur mencapai 1,8 Milyar rupiah lebih,” jelasnya sambil memperlihatkan data-data rincian APBDes Desa Guluk-Guluk.

Tapi menurut Herman, ketika dilihat ke lapangan dan dibandingkan dengan data yang di SPJ-kan, berbanding terbalik tidak sesuai dengan besaran dana yang dikeluarkan. ” Dana untuk satu pekerjaan saja di tahun 2019 misalnya mencapai angka 1 (satu) Miliyar lebih. Tahun 2019 Pemdes Guluk-guluk menggunakan anggaran yang Fantastis untuk pembangunan infrastruktur pedesaan,” sambung dia

” Contoh kecilnya pemeliharaan sarana Jalan Desa sebesar Rp. 1,370.052.290. (Satu miliyar tiga ratus tujuh puluh juta lima puluh dua ribu dua ratus sembilan puluh rupiah). Dana 1,3 miliyar ini untuk pengerasan sarana jalan desa, sangat luar biasa, ditambah proyek peningkatan jalan desa sebesar Rp. 1,063.915.940. (Satu miliyar enam puluh tiga juta sembilan ratus lima belas ribu sembilan ratus empat puluh rupiah). Didukung lagi dengan anggaran pembangunan jalan usaha tani sebesar Rp.  410.966.723 (Empat ratus sepuluh juta sembilan ratus enam puluh enam ribu tujuh ratus duapuluh tiga rupiah). Jadi tahun 2019 saja Pemdes menggunakan dana hampir 3 (tiga) miliyar untuk pembangunan infrastrustur saja,” bebernya.

Herman merasa curiga ketika pihaknya turun ke lapangan berbincang dengan warga sekitar dan mengecek kemajuan pembangunan infrastruktur desa yang menurutnya masih jauh pangang dari api. Ditambah lagi penggunaan dana-dana lainnya yang cukup besar dalam 3 (tiga) tahun 2018-2020. ” Nanti akan kita rinci satu persatu sesuai dengan fakta dilapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini permintaan klarifikasi tertulis dan data dari LBH FoRpKot belum ditanggapi oleh pihak Pemdes Guluk-Guluk. ” Surat klarifikasi dan data dari lembaga kami belum ditanggapi oleh Pemdes Guluk-Guluk,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui telpon gengamnya tentang permintaan klarifikasi dan data dari LBH FoRpKot yang belum dibalas, Pemdes Guluk-Guluk melalui mantan Kepala desa (Kades) guluk-guluk  mengatakan belum-belum dibalas.

” Memang mau dibalas bentar lagi,” kata Wail mantan Kades Guluk-Guluk, Kamis (4/3/2021)

Terus apakah poin-poin yang diminta klarifikasi itu apa dibenarkan pak? ,” maksudnya” tanya mantan Kades. 

Terkait dengan dana hampir 10 Miliyar itu yang dikucurkan ke desa Guluk-Guluk dari tahun 2018, 2019, 2020 timpal Wartawan? Dirinya mengatakan kata siapa itu. ” Endak nyampek,” katanya.

Alasannya kenapa masih belum dibalas pak Kalebun?. ” Lho saya kan sudah. Sekarang Pj guluk-guluk,” tandasnya.

Sementara itu Sekcam Guluk-Guluk saat dihubungi melalui telpon gengamnya oleh media ini belum merespon kendati terdegar nada sambung masuk. Kamis  (18/3/2021).

LBH FoRpKot bekerjasama dengan Media ini akan menurunkan berita investigatif atas hasil analisis dugaan temuan dan penggunaan APBDes Desa Guluk-Guluk.@qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here