Konflik Antar Warga Akibat Ulah Dukun, Berakhir Damai

0
50
Hasan dan Sutoyo di dampingi Rohmad Basuki dan Sandi Budiono SH dari LBH Malang.

Panjinasional, Kabupaten Malang; Perseteruan antar warga di Desa Ngenep berakhir damai melalui jalur Mediasi pada Kamis (18/03/2021).

Seperti diketahui sebelumnya, konflik antar warga yang juga masih ada hubungan keluarga,  bermula ketika istri Hasan meninggal karena sakit sebulan yang lalu, dan sebelumnya sempat berobat alternatif di warga Wagir yang bernama Budi.

Anehnya, bukan sembuh yang didapat malah sebaliknya. Budi sang Dukun ini dalam beraksi dibantu seorang cantrik (asisten”red), dan pasca istri Hasan meninggal sang dukun ini mengatakan pada Hasan bahwa kepergian istrinya karena ulah guna-guna Suntoyo yang mana masih memiliki hubungan kakak ipar dengan Hasan.

Akibat ulah tersebut, hubungan antara Hasan dan Suntoyo semakin renggang dikarenakan Hasan sempat termakan fitnah dan hasutan dari Budi pria yang mengaku bisa mengobati orang sakit dan juga mendatangkan arwah orang yang telah meninggal.

Masalah semakin tidak kondusif, Sutoyo mengadu ke LBH MalangPos Batu yang beralamatkan di jalan  Bukit Berbunga no. 205 Kota Batu.

” Hubungan saya dengan adik ipar saya semakin memanas awalnya, bahkan keluarga saya juga merasa risih dan sebagian warga juga sudah mulai ada yang percaya atas tuduhan itu, selain merasa nama baik saya dan keluarga tercemar atas fitnah ini saya merasa tidak nyaman. Lagipula tidak benar sama sekali saya melakukan sebagaimana tuduhan tersebut, Almarhumah juga adik ipar saya, tutur Suntoyo pada awak Panjinasional.

Sementara Sandi Budiono, S.H selaku advokat publik dan Rohmat Basuki, S.H Paralegal LBH Malang yang ditugaskan untuk menangani perkara ini pada mediasi mengatakan, bahwasanya imbas fitnah di masyarakat khususnya di Desa Ngenep bisa berakibat sangat fatal dan harus segera diselesaikan.

” Kami menyampaikan bahwa pelaku melakukan tuduhan bisa dijerat dengan pasal 310 dan 318 KUHP, dan baik Hasan maupun Suntoyo sebenarnya adalah korban dari ulah oknum Dukun. 

Untuk itu, kami memberikan pemahaman bagi mereka agar berdamai dan menyadari bahwa hal-hal yang disampaikan Dukun tidaklah benar, yang ada nantinya malah membuat suasana semakin memanas dan meluas di kalangan desa ini “. ungkap Rohmat.

Hal senada seperti yang disampaikan Rohmat Basuki, Sandi Budiono, S.H juga menuturkan bahwasanya hal ini harus segera diselesaikan secara kekeluargaan, agar tidak semakin melebar, dan warga harus semakin bijak dengan tidak mudah termakan petuah-petuah menyesatkan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

” Hati-hati dalam menerima informasi, terlebih saat ini perekonomian sedang sulit banyak orang tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa ini dan segala macam. Syukurlah kedua belah pihak bisa berdamai untuk selanjutnya terkait oknum Dukun ini kami tetap akan menempuh jalur hukum agar tidak timbul korban-korban lain lagi”. jelasnya. (Team/LBH Malang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here