Rapat Koordinasi Penanggulangan Stunting Kota Batu 2021

0
29
Walikota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Drg Kartika

Panjinasional, Batu : Dalam rangka mencegah terjadinya stunting balita di Kota Batu, Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko gelar “ Rapat Koordinasi Penanggulangan Stunting ” di ruang rapat utama lantai 5 Balaikota Among Tani. Kamis ( 18/3/2021 ) siang. 

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan kota Batu drg Kartika, anggota PKK dan Dharma Wanita Kota Batu, ahli gizi dan dokter anak, Pokja Penanggulangan Stunting Kota Batu, serta perwakilan organisasi yang terkait.

Stunting yang merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis, tak hanya mengganggu tumbuh kembang fisik anak. Namun juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.

Kota Batu juga sudah membentuk tim penanganan stunting, tetapi ada berbagai kendala yang dikemukakan. Diantaranya  terkait anggaran, kesenjangan data serta kurangnya sinergitas antara pihak dinas dengan organisasi terkait.

Wali Kota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si mengatakan bahwa permasalahan kesenjangan data stunting, bisa diatasi dengan saling bekerjasama. 

“ Saya sarankan agar semua pihak terkait bisa bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Bagian Kesra. Selain itu juga bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility ( CSR ), untuk membantu penanganan stunting di Kota Batu “. ucapnya. 

Disarankan agar nantinya data terkait stunting yang sudah lengkap dan benar bisa diberikan kepada pihak DPRD, agar bisa menjadi dasar untuk membuat program penanganan stunting. 

“ Saya berharap semoga permasalahan stunting bisa cepat selesai dan para calon pemimpin bangsa ini bisa lebih berkualitas “. harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika, juga menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh tim percepatan stunting. 

Antara lain pelatihan pemberian makanan balita dan anak, yang mengadopsi konsep community feeding center dan deteksi dini stunting. 

“ Pendampingan anak yang masuk kategori stunting, tidak hanya sebatas memberi nutrisi berupa susu saja. Namun juga mendampingi setiap hari dan mengikuti perubahan perilaku mereka “. ungkapnya. (Er.sb.kominfo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here