YUA Kritisi Berkurangnya Pohon Di Pinggir Sepanjang Jalan Kota Batu

0
8
Ketua NGO YUA Jatim Alex Yudawan, dan Ketua Divisi Lingkungan Hidup, Eko Sugiono.

Panjinasional, Batu : Non Gaverment Organization ( NGO ),  Yayasan Ujung Aspal ( YUA ) Jawa Timur, kritisi berkurangnya jumlah pohon yang berada di pinggir jalan.

Divisi Lingkungan Hidup NGO (Non Gaverment Organization), YUA (Yayasan Ujung Aspal) Jawa Timur Eko Sugiono menjelaskan pohon yang berada di pinggir jalan di seputar wilayah Kota Batu, saat ini dinilai sudah banyak berkurang. Senin (15/3/2021).

” Keberadaan pohon besar yang tumbuh dengan kuat dan rindang di pinggir jalan memiliki banyak fungsi, selain indah juga sangat bermanfaat bagi manusia.

Rindangnya pohon bisa berfungsi sebagai tempat berteduh dan juga berfungsi untuk menyerap Co2 dan menghasilkan oksigen, sehingga polusi udara akan berkurang.

Selain itu, pohon di pinggir jalan juga berfungsi untuk mengurangi panas sinar matahari dan kelembaban udara, sehingga  manusia akan merasa nyaman ketika menelusuri jalan.

Pada saat ini kondisi di Kota Batu, pohon besar dan rindang sedikit demi sedikit mulai berkurang karena ditebang oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai alasan, seperti  penebangan pohon dengan alasan untuk keselamatan, apalagi penebangan pohon tersebut dilakukan hanya karena keberadaan pohon yang di rasakan menghalangi tempat bisnis atau usahanya. Dengan kata lain dilakukan demi untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja. 

Padahal untuk menanam satu pohon bisa tumbuh besar, rindang dan kuat  dibutuhkan waktu sampai puluhan tahun, sedangkan untuk menebang hanya membutuhkan waktu hitungan jam saja “. sindirnya.

Di sampaikan pula oleh Ketua Non Gaverment Organization ( NGO ), Yayasan Ujung Aspal ( YUA ) Jawa Timur Alex Yudawan YUA bahwa Jatim bidang lingkungan hidup Non Gaverment Organization ( NGO ), Yayasan Ujung Aspal ( YUA ) Jawa Timur akan menyampaikan surat kepada pihak pemerintah Kota Batu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Batu, serta kepala desa / Kelurahan terkait program kerjasama Pelestarian Lingkungan Hidup dengan cara mendata pohon yang ada dipinggir jalan, menyiram, memberi pupuk, memotong bagian yang kering / mati, mengontrol kondisi suhu kelembaban, mengantisipasi hama dan penyakit.

” Hal ini, kami sampaikan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan “. jelasnya. ( team ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here