LBH Malang, Dampingi 22 Korban “Developer Nakal” Lapor Ke Polres Malang

0
52
Para korban developer di dampingi LBH Malang saat laporan ke Mapolres Malang

Panjinasional, Malang : Sebanyak 22 orang user ( korban developer nakal – red ) lapor ke Satreskrim Polres Malang jalan A.Yani nomor 1 Kepanjen. Senin ( 15 /3/2021 ).

Dengan didampingi advokat publik LBH Malang, para korban pengembang / developer nakal mendatangi unit III Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Malang guna agenda penambahan keterangan saksi yang juga selaku korban.

Selain itu, juga melakukan laporan baru terkait korban lainnya atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang di duga dilakukan oleh CV. Bayu Rahagi.

Mohammad Firmanto, S.E selaku salah satu korban yang juga pelapor dalam hal ini menjelaskan bahwasanya dirinya bersama sembilan orang rekannya sebelumnya juga telah melaporkan developer nakal tersebut pada 19 Desember 2020 yang lalu.

” Kami pernah melakukan pelaporan dengan nomor Laporan Polisi : B/518/XII/RES.1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Malang.

Hal ini kami lakukan karena selaku pembeli, kami masyarakat kecil ini merasa dirugikan.

Sebelumnya juga sudah beberapa kali menempuh berbagai upaya agar pihak penjual berniat baik, akan tetapi sampai dengan saat ini belum juga ada titik terang, yang ada kami hanya diberikan harapan – harapan palsu “. jelasnya.

Johana yang juga korban ” developer nakal ” menyampaikan bahwa pelaporan kali ini merupakan buntut dari janji – janji palsu oleh pihak penjual, yang mana sampai saat ini tidak ada wujudnya.

” Kami didampingi oleh LBH Malang melaporkan permasalahan ini, karena setelah sekian lama kami merasa tidak ada titik terang.

Semoga kedepannya segera ada solusi dan kami berharap pelaku serupa (developer nakal – red) mendapatkan efek jera sehingga tidak timbul korban – korban lainnya “.  jelasnya.

Sementara itu Yuli Alifiyah, S.H., M.Hum selaku advokat publik LBH Malang bersama Rohmat Basuki, S.H yang juga paralegal LBH Malang saat mendampingi para korban, menyampaikan bertekad untuk mengawal perkara ini sampai tuntas, ini di lakukan sebagai salah satu tindakan pencegahan guna menekan maraknya pengembang nakal, khususnya di wilayah Malang Raya.

” Dalam hal ini, kami melaporkan pihak penjual yang mana berdasarkan alat bukti yang cukup dan serentetan fakta peristiwa telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Semoga nantinya perkara ini segera menemukan titik terang dan bagi para korban mendapat keadilan, serta pelaku juga mendapatkan efek jera “. tuturnya.

Andi Rachmanto, S.H saat ditemui di Balai Keadilan LBH Malang di jalan Dewandaru nomor 4 Kota Malang menyampaikan bahwa para pelaku ‘pengembang nakal’ yang saat ini sedang marak, khususnya diwilayah Malang Raya dapat juga dijerat dengan Pasal 154 UU. No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

” Maraknya pelaku pengembang nakal di Malang Raya yang mayoritas tidak mengantongi izin yang layak dapat dijerat dengan UU No. 1 tahun 2011 pasal 154 yang berbunyi: 

setiap orang yang menjual satuan lingkungan perumahan atau lisiba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 137, dipidana dengan pidana 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000′, dan sudah menjadi kewajiban para aparat penegak hukum untuk  pelakukan penindakan dan juga pencegahan “. ucap Andi Rahmanto SH selaku ketua LBH Malang masa bhakti 2019 – 2024 ini.

Terkait permasalahan ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Bidang Perumahan Kabupaten Malang melalui staffnya Tegar Wicaksana, S.T juga menanggapi surat dari LBH Malang tertanggal 23 Pebruari yang lalu 

” Bahwasanya CV. Bayu Rahagi tidak pernah mengurus pengesahan site plan perumahan di Dinas Perumahan, dan kedepannya di harapkan agar masyarakat lebih selektif dalam membeli rumah atau bisa konfirmasi terlebih dahulu ke Dinas terkait kelengkapan perizinannya. 

Minimal harus mengetahu terkait siteplan, kepemilikan ( AJB, SHM, SHGB, atau pelepasan hak ) “. jelasnya. ( Team ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here