Ngapain Aja Dinas PUTR Gresik Selama ini? Ada Jalan Rusak Parah Berbulan-bulan Sampe Gak Tahu.

0
85

GRESIK, www.panjinasional.net – Banyak keluhan masyarakat tentang adanya kerusakan jalan hampir setiap hari menjadi topik perbincangan di media sosial. Salah satunya adalah ruas jalan KH. Syafi’i tepat nya di dekat pertigaan Tenger Manyar Gresik.

Keinginan masyarakat agar jalan tersebut segera di perbaiki agar tidak mencelakakan pengguna jalan nampaknya hanya mimpi saja. Adanya Tim Unit Reaksi Cepat (URC), aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore, yang merupakan aplikasi layanan pengaduan jalan rusak milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik. Hanya sebatas aplikasi saja tanpa ada respon cepat saat ada warga yang melaporkan tentang kerusakan jalan.

Faktanya, kepala Dinas PUTR, Gunawan Setiaji baru tahu kalau jalan Kh. Syafi’i rusak parah sudah berbulan-bulan lamanya. Lalu apa yang dikerjakan Dinas PUTR Gresik selama ini jika ada jalan rusak tapi tidak tahu?

Masih mengenakan seragam dinas, Gunawan akhirnya mau dimintai keterangan terkait pengerjaan perbaikan jalan. Setelah enggan menjawab saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, pesan, bahkan harus menunggu berjam-jam untuk bertemu, Gunawan akhirnya buka suara.Disinggung mengenai jalan rusak, dia mengeluhkan anggaran Dinas PUTR yang dikepras karena pandemi covid-19.

Menurutnya anggaran itu untuk memperbaiki atau minimal menutup lubang di 512 kilometer jalan di Gresik masih kurang.Sementara itu, pihaknya pesimistis penggunaan Corporate System Responsibility (CSR) untuk infrastruktur jalan.Gunawan sendiri awalnya mengaku tidak tahu jika ada kerusakan di jalan KH. Syafi’i di Kecamatan Manyar.

Dia membantah jika jajarannya belum bekerja memperbaiki jalan hingga berbulan-bulan lamanya.”URC kerja tanpa libur, bahkan malam hari. Tidak mungkin sampai berbulan-bulan ada jalan rusak tidak dikerjakan, pasti sedang mengerjakan jalan yang paling urgen dulu,” ucapnya.

Saat awak media kembali menyinggung kondisi Jalan KH. Syafi’i, pihaknya masih belum mengetahui. Bahkan, menanyakan balik status jalan tersebut.Tanpa panjang lebar, sebuah video pengguna jalan yang mendokumentasikan jalan KH. Syafi’i itu ditunjukkan awakmedia dihadapannya, Gunawan pun akhirnya tahu.

Tak lama, dia menelepon jajarannya untuk segera mengecek kondisi jalan yang sering disebut simpang tiga tenger itu. Akses jalan itu sangat vital bagi warga.”Kalau ada pengaduan seperti ini ke saya langsung saya tindaklanjuti. Saya sudah telepon. Besok langsung dikerjakan,” kata dia.

Gunawan memilih menjawab diplomatis saat ditanya berapa jumlah laporan jumlah jalan rusak yang diterima. Dia hanya bisa menjawab bahwa keterbatasan anggaran akibat pandemi Covid-19 membuat perbaikan sedikit terganggu.”Pasti perbaikan jalan dipilih mana yang penting dulu. Kemudian dikerjakan,” ucapnya.

Gunawan sendiri sempat bingung saat ditanya banjir yang merendam jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar saat hujan deras. Pihaknya terkesan tak menguasai data di lapangan karena buruknya koordinasi diinternalnya.

Sementara Pemkab Gresik sendiri sudah membuka lebar-lebar akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, facebook, Instagram dan whatsapp. Warga juga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi Kemudian, spanduk layanan pengaduan nomor whatsapp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.

Namun, faktanya slogan itu hanya sebatas slogan. Sebab, saat ini banyak jalan Kabupaten rusak sejak berbulan-bulan tapi tim URC tak kunjung melakukan perbaikan meski sudah mendapat pengaduan oleh warga. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here