Kasus Covid-19 Jatim Turun Drastis, Izin Keramaian Masih Dalam Pembahasan

0
13
Gambar Ilustrasi

Panjinasional, Surabaya – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril mengatakan, rencana mengeluarkan izin keramaian, masih dalam pembahasan.

“Setahu saya, Polri belum mengeluarkan izin keramaian, masih dalam tahap pembahasan. Belum ketuk palu,” ujar Jibril kepada media, kamis (11/3/2021).

Jibril mengatakan, jika nanti ada wacana tersebut diberlakukan, pasti harus mengikuti protokol kesehatan (Prokes). “Kita sudah punya pengalaman menggelar berbagai acara, tapi tidak terjadi apa-apa, yang pasti akan diperketat terkait penerapan prokesnya. Khawatirnya bakal naik lagi kasusnya,” katanya.

Masih Jibril mengatakan, masih menunggu bagaimana model penerapan atau pelaksanaannya di lapangan. Sehingga jika memang wacana ini diberlakukan tentunya harus ada pengawasan ekstra dari Satgas Covid-19.

Sebelumnya, Jibril menyebutkan, setelah program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro (8/3/2021) lalu, kondisi Coivid-19 di Surabaya berdasarkan data per RT melandai. Menurutnya, zona hijau di Surabaya ada di 8.981 RT dan zona kuning ada di 194 RT. “Tidak ada zona oranye maupun zona merah di Surabaya alias nol,” katanya dihubungi Suara Surabaya Media, Kamis (11/3/2021) dikutip suarasurabaya.

Lanjut Jibril, jumlah kasus harian dan kematian akibat Covid-19 secara umum di Jatim juga telah menurun. Sebelum PPKM rata-rata meninggal 60-80 per hari, setelah PPKM menurun menjadi 20-30 kasus per hari. Demikian juga penambahan kasus per hari pasien yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami penurunan. “Jika sebelum PPKM rata-rata 800-1000 kasus, sekarang sudah turun menjadi 300-500 kasus per hari,” katanya.

Dia juga mengatakan, hampir di semua rumah sakit rujukan di Jatim juga mengalami penurunan pasien Covid-19. Pun juga ruang isolasi, yang sebelumnya 79 persen sekarang turun 37 persen. “Hasil yang menggembirakan ini menunjukkan kerja sama efektif berbagai pihak. Seperti aparat yang melakukan penegakan hukum, pemerintah yang melakukan program penanggulangan dan pengendalian, dan partisipasi masyarakat yang menjalankan protokol kesehatan”.

Adanya vaksinasi, terutama terhadap sasaran petugas kesehatan dan sebagian lanjut usia (lansia) menjadi salah satu faktor keberhasilan Surabaya keluar dari zona merah,” katanya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here