Mahasiswa UMM lakukan cara Kelola Tanaman Hidroponik untuk ketahanan pangan di masa COVID-19

0
30

Panjinasional, Makassar – Pada masa pandemi COVID-19, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap melaksanakan program “Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)”. Tujuan PMM kelompok 57 adalah ketahanan pangan yang dibutuhkan masyarakat selama COVID-19.

Selain itu, kondisi tanah di setiap daerah berbeda-beda, dan tidak semua jenis tanah berpotensi untuk dijadikan lahan subur. Karena tanaman sulit tumbuh, tanah kering sendiri seringkali menjadi salah satu kendala.

Kelompok mahasiswa PMM UMM juga berinisiatif memperkenalkan dan mengajak masyarakat untuk melakukan budidaya hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan salah satu metode budidaya tanaman dengan menggunakan media air.

Ketua dari proker ini, Annisauf Fadlilah Khoiri menjelaskan, ketua RT dan warga Baji Ampe 1, kecamatan Mamajang kota Makassar, antusias dalam mengikuti proker ini untuk meningkatkan kapasitas pangan. Setelah tanaman tumbuh besar, masyarakat dapat memanfaatkan hasil panen sebagai bahan pangan, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur mayor.

Annisa mengatakan, Sabtu (13/03/2021), “Selain dikonsumsi tanpa pestisida, hasil panennya juga lebih sehat. Kegiatan hidroponik ini juga bisa dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antar tetangga, penghijauan dan mempercantik lingkungan agar lebih indah dipandang mata, bagi siapapun yang masuk ke lingkungan tersebut”.

Mahasiswa dari Pendidikan Bahasa Indonesia ini melanjutkan, Annisa selaku koordinator kelompok 57 PMM UMM telah melakukan pengabdian kepada masyarakat sekitar untuk menyiapkan lingkungan yang bersih terlebih dahulu. Hal ini telah disampaikan langsung kepada Bapak Abdul Rahim Sapada selaku ketua RT Baji Ampe. Setelah itu mahasiswa PMM melakukan sosialisasi dan pengenalan tentang hidroponik, media dan peralatan yang digunakan, serta proses penanaman melalui video dan poster yang telah disiapkan.  

“Dalam praktek penanaman digunakan bibit sayuran kangkung sebagai sampel, karena tanaman ini memiliki daya tahan yang lebih baik dan mudah tumbuh dibandingkan bibit tanaman lain. Setelah itu, masyarakat bisa menanam jenis sayuran lain sebagai cadangan pangan di masa mendatang,” ujar Annisa.@annisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here