Sidak Bupati Gresik di Hari Libur Dapati Jalan Mengare Belum Diperbaiki. Gus Yani Minta Maaf ke Warga

0
52
Bupati Gresik saat melakukan sidak pada hari libur

GRESIK, www.panjinasional.net – Demi mewujudkan program Nawa Karsa, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani tetap bekerja, melihat hasil pekerjaan perbaikan jalan Desa Mengare yang dilakukan oleh DPUTR Gresik meskipun saat ini merupakan hari libur. (11/3/21)Gus Yani, panggilan akrab Fandi Ahmad Yani, sembari bersepeda berolahraga di hari libur Isra Miraj. Mengayuh sepeda balap warna merah, saat melintasi jalan Desa Mengare tersebut dirinya geleng-geleng kepala merasakan jalan rusak di wilayah Mengare, Kecamatan Bungah.

Dia mencari keberadaan alat berat yang disampaikan jajarannya di dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk perbaikan jalan. Namun sepanjang mengayu sepeda, belum tampak adanya perbaikan yang ditugaskan kepada dinas terkait. Tak banyak masyarakat mengetahui jika pria yang bersepeda memakai helm dan bermasker itu adalah Bupati Gresik Baru yang Millenial. Sambil mengenakan masker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru. Gus Yani sudah melintasi akses masuk ke Mengare bahkan ke tiga desa di Mengare pagi hari sejak pukul 05.30 Wib. Dia tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut. Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan.

Ini merupakan Satu-satunya akses jalan yang digunakan warga bertahun-tahun lamanya rusak. Sambil menyapa, Gus Yani langsung meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas. “Ngapunten pak, ngapunten nggih margine rusak, enggal kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki)” kata Gus Yani kepada warga yang melintas, Kamis (11/3/2021).

Jalan itu merupakan akses penghubung warga dari wilayah Manyar menuju Mengare maupun sebaliknya. Saat melintasi jalan tersebut, para pengguna jalan ini harus mengurangi laju kendaraan dan berhati-hati saat melintas. Selain jalan rusak dengan paving tidak beraturan dan bergelombang. Sepanjang jalan yang diapit tambak itu juga licin saat musim penghujan tiba.Banyaknya Keluhan kerusakan jalan di Mengare itu sudah diterimanya dari warga. DPUTR Kabupaten Gresik sudah memberi laporan, bahwa ada alat berat untuk pengerjaan perbaikan jalan di Mengare.

Ternyata sejak pukul 05.30 Wib hingga 08.30 Wib mulai dari gowes dan menyapa warga di warung makan, Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat itu.“Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap dinas PU (pekerjaan umum) harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas, pada pagi hari ini ternyata tidak ada,” kata dia dengan nada kecewa.Tidak hanya di Mengare saja adanya keluhan jalan yang rusak, Gus Yani menyebut masih banyak di wilayah Gresik selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya. Dia berharap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik.“Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,” kata dia.

Ridholah Amanu (58) seorang pengguna jalan mengaku sudah lama, akses jalan ini rusak. Pengendara sepeda motor ini bekerja di pelabuhan dan melintasi jalan Mengare menuju Sembayat, Kecamatan Manyar ke tempat kerjanya setiap hari.“Tidak terhitung lamanya, sepuluh tahun lebih. Pernah ada kejadian kecelakaan jatuh gara-gara jalan rusak disini,” terangnya.Hal senada juga disampaikan oleh Anna, pekerja pabrik di wilayah Manyar merasakan hal yang sama. Perbaikan harus tuntas, akses jalan sudah lama rusak.“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,” ucapnya.

Pemkab Gresik sendiri sudah membuka lebar-lebar akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, facebook, Instagram dan whatsaap. Warga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore.Kemudian spanduk layanan pengaduan nomor whatsapp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Gunawan Setiaji dihubungi melalui sambungan seluler pribadinya belum merespon hingga berita ini diturunkan. (Adv/shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here