M.H Said Abdullah Serap Aspirasi Masyarakat. “Ciptakan GotongRoyong Dengan Membuat Kelompok seperti Koperasi”

0
35

Sumenep. www.panjinasional.net – Gelaran Aspirasi Masyarakat oleh M.H Said Abdullah dari DPR RI Fraksi PDIP di Desa Jadung kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep ini membuka dan menyampaikan “Saya banyak sekali mendengar persoalan yang dihadapi warga. Ada yang butuh penanganan agak rumit dan komprehensif seperti anjloknya harga tembakau, ada pula persoalan ringan namun karena tidak diseriusi menjadi seakan-akan begitu rumit” ujar Ketua Banggar DPR RI.

Model yang kedua ini contohnya adalah banyaknya warga yang menekuni usaha mebeler, namun kurang alat dan perlu pengembagan keterampilan. Dengan kata lain mereka butuh pelatihan dan bantuan modal berupa alat.

Hanya persoalannya, masyarakat belum pernah mengusahakannya dengan cara membuat kelompok dan kemudian mencari tahu cara penyelesainnya ke Dinas Tenaga Kerja. Mengapa harus kelompok? Karena jarang sekali ada bantuan yang diberikan kepada perseorangan, dan harus kepada kelompok.

Di desa ini saya menyarankan agar dibuat sebuah kelompok usaha atau bahkan koperasi kecil-kecilan agar nanti mudah mendapat perhatian dari pemerintah. Tentu ini artinya bukan pemerintah tidak perhatian sama individu, tapi bila setiap individu menuntut mendapat bantuan, pasti anggaran negara jebol.

Kita harus mewujudkan semangat gotong royong bukan hanya dalam bentuk saling membantu, tapi juga dalam bentuk bekerjasama.

Apa bedanya MEMBANTU dan BEKERJASAMA? Membantu bisa jadi cuma memberikan sumbangsih sekuatnya, bila tak mampu bisa mundur teratur. Berbeda dengan Kerjasama, ia butuh kometmen dan kemauan untuk saling mengerti, mentoleransi, dan mengedapankan kepentingan bersama agar tujuan kerjasamanya berhasil. Koperasi, misalnya.

Sebab Koperasi tidak hanya butuh kemauan saling tolong, tapi juga butuh saling mau mengerti saat ada persoalan. begitu program aspirasi yang disampaikannya. 

M. Said menambah “Kami pastinya tidak bisa menyelesaikan semua persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Tapi setidaknya kami hadir mendengarkan keluh kesah masyarakat, membantu sekedar kemampuan yang kami punya, dan selebihnya, mengajak semua untuk bergotong royong.

Karena kata Sayyidina Ali, Karromallhu wajhah, “Sebenarnya di dunia ini tidak ada orang miskin, yang ada adalah orang kaya yang tidak mau berbagi”. Kami mengajak masyarakat yang mampu untuk bahu membahu, sedikit demi sedikit menyelesaikan persoalan yang membelit masyarakat.

Masih M. Said. Di desa Lapa Laok Kecamatan Dungkek ini banyak sekali kami menerima masukan, saran serta usul dari masyarakat. Sejak dari sekolah PAUD yang tidak punya laptop, sampai pembangunan musholla yang mangkrak gara-gara kehabisan dana.

Semua kami dengarkan, semua kami serap dan kami akan menyelesaikan beberapa diantaranya, mengajak gotong royong untuk beberapa yang lain. Kami berkeyakinan, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan bila semua mau bahu membahu menyelsaikannya. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here