Peletakan Sita Jaminan Mendapatkan Perlawanan, Karena Dianggap Salah

0
63

Panjinasional Gresik – Sidang perlawanan peletakan sita jaminan antara eks karyawan PUK PT Smelting kembali meramaikan suasana Pengadilan Negeri Gresik,Tjajik Usman Effendy orang tua dari Kasmandani Sasmita mantan karyawan PT Smelting melawan PT Smelting terus bergulir di Pengadilan Negeri Gresik.

Kembali dengan melanjutkan mediasi ke 2 di mediasi sebelumnya, yang tertunda karena kuasa hukum dari pelawan tidak hadir saat itu, Namun lagi-lagi mediasi yang dijadwalkan oleh hakim mediator Fatkhur Rohman ini mengalami jalan buntu. Sehingga dilanjutkan sidang yang beragendakan pembacaan gugatan. Kamis 4 Maret 2021.

Menurut Hamdani didampingi Hari Purnama sebagai legal PT Smelting mengatakan, bahwa Kasmandani Sasmita melakukan Wanprestasi, Dengan kata lain kewajiban untuk membayar hutang yang tidak dipenuhi atau ingkar janji terhadap perusahaan.

“Mediasi gagal dan hakim yang memimpin mediasi menyerahkan kembali kepada Majelis Hakim untuk dilanjutkan sidang” ujar Hari Purnama kuasa hukum dari PT Smelting saat keluar dari ruang mediasi.

” Kalo kami sih tetap berpegang kepada keputusan pengadilan yang sudah inkrah, Kasmandani ini harus membayar hutangnya sejumlah uang 88 juta rupiah ( itu pokoknya saja tidak ada bunga ) Sebenarnya ada beberapa mantan karyawan sekitar 150 orang yang memiliki hutang. Namun ada 4 orang yang sudah mengembalikan dengan sukarela terhadap perusahaan, sudah selesai nah yang lainnya kita akan gugat lagi secara perdata, atau gugatan sederhana” lanjutnya panjang lebar.

Disisi lain, Marudud Kuasa hukum pelawan  dari Lokataru Jakarta meminta dan memohon terhadap Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk dilakukan pencabutan atas sita jaminan. “Sebab, penetapan sita jaminan sejak awal salah. Sehingga perlu diluruskan, kami sebagai kuasa hukum dari pelawan meminta majelis hakim untuk membatalkan/ mengangkat peletakan sita jaminan” tutur pengacara muda dari lokataru Jakarta.

Penetapan sita jaminan atas hutang mantan karyawan PT Smelting yang digugat oleh perusahaan tempatnya pernah mencari nafkah ini dianggap salah, karena nama pemilik jaminan bukan penghutang, disisi lain penghutang pernah menggunakan alamat jaminan tersebut sebagai jaminan..majelis hakim pengadilan sudah memutuskan dan juga meletakan sita jaminan atas aset ini dan sudah berkekuatan tetap.

Kuasa hukum PT Smelting  pernah mengatakan, mengapa tidak dari awal di ungkapkan keberatan ? Mengapa baru sekarang ?. Nah bagaimana selanjutnya ? Apakah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik akan mengangkat / membatalkan peletakan sita jaminan atau tetap pada putusan sebelumnya ?>Bersambung..@Ern

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here