Oknum Kepsek SMK Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, Diduga Mencabuli Siswinya

0
45
Surat Laporan

Panjinasional, Surabaya – Warga Surabaya Suminto (58) mendampingi putrinya berinisial ARN (19) mendatangi Polrestabes Surabaya hari Rabu (3/3/2021) untuk melaporkan dugaan kejahatan tindak pidana pencabulan terhadap putrinya.

Sesuai dengan Surat Tanda Bukti Lapor, nomor: TBL-B/210/III/Res.1.24/2021/Reskrim/SPKT Polrestabes Surabaya, tertanggal 3 Maret 2021. Suminto melaporkan Arif  Februanto, S.E., oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Tanwir Surabaya diduga melakukan kejahatan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016 Jo. Pasal 76-e UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Penetapan Perpu No.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Suminto saat ditemui awak media menerangkan bahwa dirinya baru tahu kejadian pencabulan yang dialami putrinya ketika dirinya curiga putrinya disuruh masuk sekolah untuk ujian akan tetapi putrinya tidak mau. “Saya pulang dari Jakarta bulan 14 Februari 2021. Beberapa hari setelah itu saya kontak pihak sekolah tentang kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi, dan kemudian pada hari Rabu (23/2/2021) dijawab pihak sekolah yang saya tahu guru BP bahwa pada hari Kamis dan Jumat (24-25/2/2021) ada ujian yang diwajibkan tatap muka karena pengawas dari luar sekolah. Hal itu saya sampaikan ke putri saya, akan tetapi putri saya tidak mau masuk sekolah dan diam tanpa menjelaskan alasannya,” urai Suminto. Rabu (3/3/2021), pukul 17.36 wib.

Merasa ada hal yang janggal dari perilaku putrinya, karena disuruh masuk sekolah untuk ujian akan tetapi tidak mau, dan putrinya terlihat murung dan susah diajak bicara, akhirnya Suminto menyuruh putranya yang baru pulang sekira pukul 23.00 wib menanyakan adiknya mengapa tidak mau masuk sekolah untuk ujian. “Akhirnya Putra saya menjelaskan kalau adiknya tidak mau sekolah karena trauma atas perlakuan kepala sekolah telah mencabuli adiknya. Mendengar itu, saya tanya langsung ke putri saya, putri saya menggigil dan menangis,” terang Suminto.

Dari keterangan putrinya, Suminto menjelaskan bahwa pada bulan Desember 2019 kurang lebih 3 hari sebelum Tahun baru, putrinya di hubungi kepala sekolah untuk datang ke sekolah diwilayah Kedung Anyar Surabaya itu ada kegiatan jalan-jalan.

“Putri saya aktif di sekolah. Kadang libur pun ada kegiatan sekolah putri saya datang ke sekolah. Putri saya cerita, pada saat ia datang ke sekolah sekira jam 9 pagi dan dipanggil masuk keruang kepala sekolah. Pintu dikunci dan kuncinya ditaruh disaku kepala sekolah. Beberapa saat bicara, putri saya didorong ke lantai, jilbab dibuka, dan terjadilah pencabulan,” urai Suminto sambil menahan nafas, terlihat kesan sedih dari raut wajahnya.

“Putri saya disekap dan dicabuli di ruang kepala sekolah. Saya tidak terima. Dengan menahan emosi saya hubungi pihak sekolah untuk datang ke rumah, tapi alasan ujian mereka tidak datang,” tambahnya.

Suminto juga menerangkan putrinya bercerita kalau kepala sekolah membicarakan ada siswi lain mendapat perlakuan yang sama dengan putrinya, dan menunjukkan foto-foto alumni tersebut.

“Putri saya cerita, beberapa kali kepala sekolah datang ke rumah tetapi tidak dibukakan pintu oleh putri saya. Rumah sering sepi, saya kerja di Jakarta. Putri saya tidak membukakan pintu kepada siapapun kecuali kepada kakaknya,” urainya.

Dari kejadian yang dialami putrinya, Suminto berharap agar mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum dari pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Surabaya.

Di Kesempatan berbeda, Ipda Wulan dari Unit PPA Polrestabes Surabaya saat dikonfirmasi atas laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah, dirinya menjawab akan di proses. “Kita proses secara prosedur,” jawab Ipda Wulan. Rabu (3/3/2021) pukul 19.15 wib.

Ketika media ini berusaha melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap Kepala Sekolah Tanwir, pada Kamis (4/3/2021) sekira pukul 08.40 wib, akan tetapi tidak dapat menemui kepala sekolah, salah satu guru yang mengaku pesuruh sekolah menjelaskan bahwa kepala sekolah sedang ada rapat.@tim.. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here