Jokowi Tanggap Kritikan, Aturan Investasi Industri Miras Dicabut

0
22
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo membatalkan pembukaan izin investasi minuman beralkohol kemarin. Dia mencabut butir lampiran pada Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur investasi minuman keras. Keputusan itu Jokowi ambil setelah berdiskusi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin pagi. Ma’ruf sebelumnya banyak mendengar masukan dari organisasi massa Islam soal rencana pembukaan kran investasi tersebut.

Panjinasional, Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi tentang Perpres Ciptakerja yang menjadi polemik dalam sepekan terakhir, maka pemerintah memutuskan untuk mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Muhammadiyah: Perbaiki komunikasi

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti pun mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo mencabut aturan investasi miras. Mu’ti menilai, langkah Jokowi mengambil keputusan tersebut menandakan jika pemerintah mau mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Pencabutan tersebut membuktikan perhatian Pemerintah terhadap aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam,” kata Mu’ti lewat pesan singkat kepada Kompascom,. Berkaca dari kegaduhan mengenai investasi Miras, Mu’ti menyarankan supaya pemerintah memperbaiki komunikasi apalagi jika menyangkut isu norma sosial.

“Dalam mengambil kebijakan, sebaiknya pemerintah memperbaiki komunikasi dan lebih sensitif terhadap masalah-masalah akhlak, norma sosial, dan nilai-nilai agama,” imbuh Mu’ti

Yusril : Harus keluarkan Perpres baru

Menurut Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, usai menyatakan mencabut aturan dalam lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021, Presiden Jokowi harus menerbitkan Perpres baru.

Perpres baru itu nantinya berisi perubahan atas aturan yang sudah dicabut dari Perpres Nomor 10 Tahun 2021. “Setelah pernyataan pencabutan hari ini, Presiden tentu harus menerbitkan Perpres baru yang berisi perubahan atas Perpres Nomor 10 Tahun 2021 ini, khusus menghilangkan ketentuan dalam lampiran terkait dengan minuman keras (miras),” ujar Yusril dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

“Dengan perubahan itu, maka persoalan pengaturan investasi miras ini dengan resmi telah dihapus dari norma hukum positif yang berlaku di negara kita,” tegasnya.

Yusril juga menilai ketentuan-ketentuan lain yang diberi kemudahan investasi dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tidak mengandung masalah krusial dan serius. Sehingga menurutnya tidak ada urgensinya untuk segera direvisi.

Yusril juga mengapresiasi langkah Jokowi berani mencabut aturan mengenai dilegalkannya investasi miras.

Dia menyebut, dengan cepatnya kepala negara yang tanggap atas kritikan, saran dan masukan dari berbagai pihak.

“Sekali ini Presiden Jokowi cepat tanggap atas segala kritikan, saran dan masukan. Presiden Jokowi biasanya memang tanggap terhadap hal-hal yang sensitif, sepanjang masukan itu disampaikan langsung kepada beliau dengan dilandasi iktikad baik,” tambah Yusril.#red.. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here