Rumah Zakat dan FPRB Jatim Beri Bantuan Rain Harvest Kepada Desa Terdampak Kekeringan Di Pamekasan

0
26
Rumah zakat bekerjasama dengan FPRB jatim dan FPRB Pamekasan membangun rain harvest di Desa larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, PANJINASIONAL – Rumah Zakat yang bekerjasama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Jawa Timur dan Pamekasan mencoba menghadirkan solusi kepada masyarakat untuk mendapatkan air bersih dengan memberikan bantuan Rain Harvest di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Bantuan pembangunan rain harvest kali ini yang di tempatkan masjid yang memang dekat pemukiman warga di Dusun Tengah I, Desa Larangan Tokol tersebut, rumah zakat bekerjasama dengan FPRB Jawa Timur dan FPRB kabupaten pamekasan. 

Menurut Norman perwakilan dari rumah zakat menjelaskan, Prinsip kerja dari rain harvest ini adalah memanfaatkan dan menampung air hujan sebanyak-banyaknya dan disimpan sebagai persediaan dikala musim kemarau melanda. Dan di musim hujan kali ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menerapkan program rain harvest ini, dimana dengan curah hujan yang cukup tinggi memungkinkan warga untuk menyimpan air hujan secara maksimal.

Ia menambahkan, Air hujan adalah air murni yang sangat bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dikala musim kemarau akan datang. Prinsipnya air hujan akan saring dengan saringan sederhana yang telah dimodifikasi lalu ditampung sebanyak-banyaknya di tangki air yang telah kami sediakan. Penyaringan ini selain bisa memisahkan air hujan dari kotoran-kotoran yang mungkin terbawa, juga agar memungkinkan air hujan yang ditampung tidak akan menimbulkan bau ketika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Setelah itu ketika musim kemarau tiba, masyarakat bisa mengambil air dari tangki tersebut.

“Dengan cara kerja yang sederhana dan bahan-bahan penyaring yang mudah didapat juga akan memungkinkan masyarakat untuk memodifikasi cara kerja rain harvast ini untuk bisa diterapkan di rumah warga masing-masing,” tutur Norman. Jumat (26/02/21). 

Norman menambahkan, untuk penanggulangan kekeringan dan banjir memang harus dalam jumlah yang besar, namun paling tidak ketika ini sudah mulai, ini bisa menjadi contoh kedepannya agar kita bisa bergerak bersama dengan pemerintah daerah untuk penanggulangan bencana. 

Norman penanggung jawab rumah zakat berharap pihaknya bersama forum pengurangan risiko bencana (FPRB) Jawa Timur, kepada teman-teman BPBD Pamekasan dan juga forum pengurangan risiko bencana (FPRB) Pamekasan, bagaimana kita kedepannya untuk menginisiasi ini program ini dan insya Allah ini akan terus dilakukan untuk pengembangan pengembangan dan daerah-daerah lain khususnya di Pamekasan. 

“Untuk sementara masih 1 Rain Harvest dengan kapasitas 5300 liter dan diharapkan bisa menjadi motor pertama dalam pengadaan rain harvest,” harapnya. 

Terpisah, ketua FPRB Pamekasan Budi Cahyono mengucapkan terimakasih kepada rumah zakat dan FPRB jawa timur yang telah memberikan bantuan rain harvest dalam menghadapi musim kemarau mendatang. 

“Alhamdulillah, Rumah Zakat mengadakan program Rain Harvest, sehingga bisa bermanfaat bagi desa yang tiap tahun terdampak kekeringan,” ujar Budi. 

Program menampung dan menyimpan air hujan sebagai persediaan musim kemarau, yang mungkin tidak kita fikirkan sebelumnya. Semoga program ini menjadi solusi bagi kami untuk menghadapi musim kemarau yang akan datang,” pungkasnya. (put). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here