Klarifikasi Pihak Villa Grand Almyra, Bahwa Keterangan Pengacara Rokib dan Totok Widiono Bohong dan Tidak Benar

0
29
Surat klarifikasi dan lokasi Villa Grand Almyra

Panjinasional, Surabaya – Terkait perkara pembelian rumah di Villa Grand Almyra, Jl. Raya Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah lunas, namun rumah belum dibangun oleh PT. Karya Agung Anfa’unnas, dan ditulis dalam pemberitaan media ini dengan judul “Niat Punya Rumah di Pacet Malah Tertipu Ratusan Juta” yang diangkat pada 22 Februari 2021. Sentot Budi Wijaya selaku pemilik lahan perumahan melakukan klarifikasi.

Dalam surat Hak Jawab yang dikirim melalui pegawainya bernama Duwi Setiawan ke kantor redaksi media ini, Sentot melakukan klarifikasi kebenaran dari isi berita. Kamis (25/2/2021).

Disebutkan, dalam berita bahwa uang pembayaran untuk pembelian rumah di Grand Almyra, Raya Tanjung Kenongo, kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah lunas, namun rumah belum dibangun oleh PT.Karya Agung Anfa Unnas, selaku developer. Sentot melakukan klarifikasi bahwa keterangan tersebut adalah keterangan bohong, hoax, dan fitnah yang tidak ada dasarnya.

“Dalam hal ini perlu kami jelaskan bahwa rumah yang dipesan oleh Sdr. Rokib dan Sdr. Totok Widiono sudah selesai pembangunan 100 %. Status tanah adalah SHM asli dan sudah kami pecah. Dan untuk itu kami mengajak pihak jajaran Redaksi Harian Online Sindikat Post untuk melihat secara langsung ke lokasi dimaksud,” tulis Sentot.

Tentang isi pemberitaan lokasi tanah dikuasi oleh Sentot secara sepihak dan pihak klien tidak diperkanan masuk area perumahan, Sentot menerangkan bahwa itu tidak benar.

“Perlu kami klarifikasi, bahwa keterangan tersebut  adalah keterangan Bohong, Hoax dan tidak ada dasarnya. Dalam hal ini perlu kami jelaskan bahwa lokasi tersebut adalah area umum (terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat, datang maupun survey) karena kami selaku pemilik lahan melanjutkan pembangunan rumah di area tersebut, bahkan kami iklankan penjualan rumah tersebut baik di media sebar brosur, media Jawa Pos, media online you tube, dll,” terang Sentot dalam surat klarifikasinya.

Sentot meminta pihak yang tergabung dalam harian online Sindikat Post segera merubah berita tersebut dan ia menyatakan berita tersebut menyudutkan dan merugikan dia. Dan menyatakan akan melakukan upaya hukum bagi siapa saja yang masih menyebarkan berita bohong (hoax) sehubungan perkataan tersebut.

Selain melayangkan klarifikasi melalui surat, Sentot juga melakukan klarifikasi via telepon seluler. Ia menerangkan bahwa pihak Totok berkali kali datang ke lokasi perumahan. Akan tetapi tukar lahan atau tukar guling belum ada kesepakatan.

“Agung mengerjakan 50 persen pembangunan rumah dan tidak tanggung jawab, saya yang menyelesaikan sampai 100 persen pembangunan rumah,” pungkas Sentot.

Perlu diketahui, klarifikasi dari Sentot berkaitan dengan Perkara jual beli rumah antara PT.Karya Agung Anfa Unnas dengan pembeli bernama Rokib dan Totok Widiono berujung ke pelaporan Polisi.

Pengacara dari Rokib dan Totok bernama Sahlan, S.H., dari Law Firm & Legal Consultants Sahlan Azwar & Partners, pada 22 Februari 2021, menerangkan bahwa kliennya sudah lama membeli rumah dan ada dugaan kuat pelanggaran pidana karena rumah tersebut belum diterima kliennya .

Pada 11 November 2020, Rokib melaporkan Agung Sudiono selaku Dirut PT. Karya Agung Anfa Unnas ke Polresta Sidoarjo. Ia menerima Surat Tanda Bukti Lapor, nomor: TBL-B/ 363/ X/ 1.11/ 2020/ RESKRIM/ SPKT Polresta Sidoarjo.

Pada 15 November 2018, Totok Widiono melaporkan Agung Sudiono ke Polda Jatim dan menerima Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/ 1508/ XI/ 2018/ UM/ JATIM. Selanjutnya laporan tersebut oleh Polda Jatim dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo.

Sahlan juga menerangkan, bahwa atas peristiwa ini kliennya telah dirugikan Ratusan Juta rupiah. “Bapak Rokib telah mengeluarkan uang sebesar Rp 320 juta dan bapak Totok Widiono sebesar Rp 560 juta untuk pembelian rumah di Villa Grand Almyra Pacet Mojokerto. Akan tetapi rumah yang sudah lunas itu sampai sekarang belum dibangun oleh PT Karya Agung Anfa’unnas. Dan klien sudah melaporkan Agung Sudiono selaku Dirut perusahaan ke Polresta Sidoarjo,” urai Sahlan. Senin (22/2/2021).

Sahlan juga menyampaikan, bahwa selain Agung Sudiono ada juga yang kemungkinan terlibat atas dugaan penipuan tersebut, yakni Sentot Budi Wijaya yang mengaku komisaris perusahaan.

Namun pada akhirnya Sentot Budi Wijaya selaku pemilik lahab mengklarifikasi bahwa seluruh penulisan versi pihak Totok Sudiono dan Rokip tidak bemar..@red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here