PDAM Gresik Belum Tuntaskan Sosialisasi, Warga Sembayat Tuntut Proyek Pipanisasi Dihentikan

0
29

GRESIK, www.panjinasional.net – Belum tuntasnya sosialisasi oleh PDAM Giri Tirta Gresik terhadap masyarakat yang terdampak jalur pemasangan pipanisasi di desa Sembayat membuat belasan warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik melakukan aksi demo di area proyek pemasangan pipa di sebelah utara jembatan tanggok, pada Senin (22/2/2021).Masa aksi meminta agar proyek pipanisasi ini dihentikan sambil menunggu adanya sosialisasi secara merata. Mereka menuding, pihak PDAM dan pelaksana proyek hanya melakukan sosialisasi terhadap warga tertentu saja.”Kami merasa sosialisasi di Sembayat kurang transparan. Masyarakat sudah merapat ke Pak Lurah, untuk mengambil jalan tengah,” kata Ali Mukhtar selaku korlap aksi, Senin (22/2/2021).Setelah masa memasang spanduk di lokasi Proyek, kemudian warga menemui Kepala Desa Sembayat untuk meminta diadakan sosialisasi ulang karena dirasa saat dua kali sosialisasi belum ada kesepakatan kompensasi. “aspirasi masyarakat sudah disampaikan melalui pak kades, Ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan. Baik soal dampak lingkungan maupun sosial,” tegasnya.Warga takut terhadap dampak proyek pipanisasi ini. Diantaranya dikhawatirkan penurunan tanah, aliran air (selokan) dan keretakan bangunan. Sehingga perlu ada kesepakatan secara tertulis.”Bentuk pertanggungjawaban dari pelaksana terhadap masyarakat itu seperti apa. Itu yang kami pertanyakan. Oleh karena itu, perlu ada kompensasi dan sosialisasi ulang. Kalau tidak, kami minta proyek ini dihentikan sementara,” pungkasnya.Kepala Desa Sembayat Amin mengatakan, bila sosialisasi proyek pipanisasi PDAM yang melintasi wilayah Sembayat telah dilaksanakan sebanyak 2 kali. Sosialisasi itu juga menghadirkan pihak PPKT, PDAM dan masyarakat RT19 A/B.”Kami dari pihak desa hanya memfasilitasi. Sebenarnya sosialisasi itu sudah dilaksanakan dua kali. Dan permintaan untuk dilakukan sosialisasi ulang juga sudah kami sampaikan ke pihak pelaksana proyek,” ujar Kades Amin.Sementara itu, Nano selaku Humas PT Gemilang (pelaksana proyek pipanisasi PDAM Giri Tirta) mengatakan, permintaan warga untuk sosialisasi ulang itu tidak bisa dadakan dan perlu disampaikan terlebih dahulu kepada pihak PDAM Giri Tirta.”Kami hanya sebagai pelaksana (proyek pipanisasi). Untuk sosialisasi dan kompensasi itu kewenangan PDAM. Sehingga kami perlu kordinasi terlebih dahulu. Karena pelaksana itu hanya melaksanakan pekerjaan yang ada,” ungkap Nano.Saat dikonfirmasi tentang tuntutan warga, Ditektur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Aminatus Zariah berdalih, jika tuntutan warga sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.Risa menyebutkan, jika semua itu sudah tertuang dalam kontrak kerjasama. “Itu rananya PT PPKT dan PT Gemilang. Pdam hanya mohon ijin ke warga saja,” ujar Risa sapaan akrabnya, Senin (22/2/2021).Setelah dilakukan dialog antara warga dengan pimpinan pelaksana proyek warga membubarkan diri sembari mereka menunggu untuk undangan sosialisasi ketiga kalinya. ( Shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here