Naik Status, Kawasan JIIPE Jadi Kawasan Ekonomi Khusus. Pengelola Optimis Bakal Tarik Investor Asing

0
28
Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE
Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE

GRESIK, www.panjinasional.net – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto telah   menyetujui pembentukan dua KEK baru yaitu KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate ( JIIPE) di Gresik, Provinsi Jawa Timur dan KEK Lido di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Dalam Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Rabu (10/02/2021).

Usulan KEK ini menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden, dan diharapkan mampu menghadirkan investasi sekaligus menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang signifikan.

Dengan Meningkatnya Status menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengembang dan pengelola JIIPE ingin mewadahi apa yang diprogramkan pemerintah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya dari Luar Negeri dengan membangun industri yang terintegrasi dengan standard internasional, pelabuhan laut dalam, sarana prasana yang lengkap, aksesabilitas yang mudah dijangkau dari semua destinasi sehingga tujuan mereduce biaya logistic dan easy of doing business bisa dicapai.

Hendri Handoko, Direktur HR & GA PT. BKMS saat dikonfirmasi menyatakan kesiapannya, dengan ketersediaan infrastruktur dalam Kawasan JIIPE dan infrastruktur wilayah sebagai penunjang.

“Kawasan JIIPE sangat menunjang dalam proses bisnis, dengan adanya pelabuhan laut dalam, akses tol langsung di Pintu Utama JIIPE, Rencana pelebaran jalan deandles dan Pembangunan jalur kereta api oleh PT. KAI.  serta telah adanya komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK. Maka Jiipe akan menjadi lokasi strategis bagi investor” Kata Hendri Handoko.

“dengan penetapan KEK melalui Tema Teknologi dan Manufaktur untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Kami yakin dan optimis mempercepat investor,baik investor Asing Maupun Lokal. Dan  saat ini saja sudah ada beberapa investor yang sudah menyatakan minat untuk berinvestsi di sini. Pertumbuhan investasi di JIIPE diharapkan akan mampu menyerap ribuan tenaga kerja  sehingga bisa mengurangi pengangguran” imbuhnya

Dengan ditetapkan sebagai KEK diharapkan menarik investasai sebesar ± USD 16,9 setara Rp 236 triliun, terdiri dari Pembangunan Kawasan ± USD 2,18 M, Pembangunan Pelabuhan ± USD 1,45 M dan Investasi Tenant ± USD 13,36 M. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, dengan adanya KEK JIIPE diharapkan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar ± USD 10,17 miliar per tahun setara 141,1 triliun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia. Selain itu, serapan tenaga kerja juga diasumsikan dapat mencapai angka 199.818 orang tenaga karja langsung saat beroperasi penuh.

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) yang diwakili oleh Wakil Gubernur menyatakan sangat  mendukung proyek KEK JIIPE. Apalagi saat ini kesiapan aksesibilitas Gresik dengan di bukanya jalan Tol Krian Legundi Bunder Manyar diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK. Terkait dengan perijinan Pemprov Jawa Timur siap mengaselerasi perijinan yang diperlukan baik yang diperlukan oleh Pengelola maupun Tenant/calon Investor.

Untuk diketahui Kawasan KEK JIIPE dikembangkan di atas lahan seluas 2.125 hektar, mencakup kawasan industri 1.719 hektar, pelabuhan multiguna 406 hektar. Akses KEK JIIPE menjangkau pasar internasional domestik dan global dengan  adanya pelabuhan laut, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan jalur kereta api. Selain itu, KEK JIIPE juga dilengkapi pelabuhan laut dengan empat dermaga dan total area berlabuh 6.200 meter, dan dapat melayani vessel hingga 100.000 DWT. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here