Dibela Lokataru, Eks Karyawan Smelting Kembali Gruduk PN Gresik

0
272
Marudut Lokataru (tengah) bersama para eks karyawan smelting

Panjinasional Gresik – Eks Karyawan Smelting kembali terlihat ramai (grudukan) mendatangi Pengadilan Negeri Gresik, kamis 04/02. mereka berpartisipasi menghadiri sidang teman sejawatnya, kali ini sidang ke 2 mengenai gugatan bapak kandung (Tjajik Usman Effendy) salah satu eks karyawan PT Smelting Kasmandani Sasmita terhadap eks Perusahaan tempat dia bekerja dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa eks karyawan Smelting yang satu ini memiliki sejumlah hutang kepada PT Smelting (fasilitas bantuan perumahan) dimana hutang tersebut belum terbayarkan hingga saat ini, yang mana PT Smelting sendiri pernah menggugatnya di pengadilan negeri Gresik terkait hal tersebut dan gugatan dimenangkan oleh PT Smelting dan pada akhirnya pengadilan pun menetapkan peletakan sita jaminan rumah yang ternyata masih atas nama bapak kandung dari Kaswandani. 

Namun demikian pengadilan tetap saja meletakkan sita jaminan terhadap objek tersebut. diwakili oleh penasehat hukumnya Marudut Sianipar SH (Lokataru) Tjajik Usman Effendy tidak hadir, sidang kedua ini pun juga tidak dihadiri oleh Kasmandani selaku tergugat 2, maka sidang ditunda 

“Jadi ini awalnya kan PT smelting menggugat bapak kasmandani terkait wan prestasi masalah hutang piutang fasilitas perumahan” ujar Marudut Sianipar SH kuasa hukum dari bapak Tjajik mengawali pembicaraan saat diwawancarai wartawan Panjinasional sebelum sidang dimulai.

“Nah secara garis besarnya dari PT smelting itu memohonkan untuk meletakkan sita jaminan objeknya rumah yang alamat nya Dijk. Samanhudi itu, nah persoalannya objek sita jaminan itu kepemilikannya atas nama orang tua dari kaswandani, artinya dalam perkara ini tidak bisa diletakkan jaminan terhadap benda yang bukan kepemilikan pihak yang berperkara, dalam hal ini pak kasmandani, ini kan sudah keliru begitu..tidak bisa dibuat jaminan bahwa pak kasmandani ini tidak ada itikad baik dan sebagainya ” jelas pengacara dari Lokataru Jakarta panjang lebar..

“Termasuk juga objek sita jaminan ini kan seyogyanya mendahulukan terhadap objek harta benda yang  bergerak,baru kemudian dikalkulasi nilai dari objek itu berapa baru kalau memang tidak mencukupi dia baru kemudian masuk ke Harta benda yang tidak bergerak, tapi kembali lagi ke awal bahwasannya harta kepemilikan nya ini berada di orang lain nah ini yang saya anggap keliru, maka itu kami kuasa hukum pak tjajik dari lokataru melakukan perlawanan yang intinya untuk mencabut peletakan sita jaminan itu, karena ini menurut kami itu keliru ” tambah pengacara yang sangat muda ini.

Saat ditanya bagaimana pendapatnya oleh wartawan tentang mengapa PT Smelting salah alamat untuk peletakan sita jaminan ini, pengacara muda ini menjawab mungkin ini terkait dengan data pemberkasan yang diserahkan kasmadani saat melakukan transaksi hutang fasilitas perumahan di PT Smelting.

Melalui WhatsApp wartawan melakukan Konfirmasi kepada 2 kuasa hukum PT Smelting Hamdani dan Hary untuk menanyakan tanggapan terkait peletakan sita jaminan yang dianggap salah / keliru oleh bapak kandung dari kasmandani, pengacara senior ini menjawab bahwa pihaknya Pt Smelting akan tetap mengajukan lelang atas sita tsb karena, Sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Jika lelang minta dibatalkan ya utang bayar dulu” ujar pengacara yang supel setengah bercanda.. “Kalau menurut saya ya sudah benar, karena alamat rumah tsb sesuai dengan perjanjian hop yg ada…kalau ada yg bilang tidak benar ya harus bisa membuktikan secara hukum, bukan hanya bicara saja. Toh dulu pada waktu penetapan sita sudah diminta tanggapanya, tetapi Tergugat menyatakan tidak mempunyai tanggapan” tambah Hari Purnama SH rekan Hamdani yang sama-sama sebagai kuasa hukum PT Smelting

“Karena Pihak turut tergugat (Kasmandani) dalam sidang tadi tidak hadir sehingga sidang ditunda hari kamis tgl 11 pukul 10.00 Wib..” tutup Hari Purnama …bersambung @ern

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here