Operasi Yustisi Belum Profesional. Pengendara Mobil Keberatan Disanksi

0
82
Gambar ilustrasi

Surabaya. www.panjinasional.netSaat Operasi Yustisi (Masker) Pengendara dalam mobil keberatan diberikan sanksi oleh petugas, di jalan tembok dukuh Surabaya, sebab Petugas Kepolisian Polsek Bubutan-Polrestabes Surabaya gabungan Satpol PP kecamatan Bubutan 25/01/2021 sekira pukul 07;25. Saat mobil dihentikan pengendara membantah karena dirinya berada didalam mobil dengan kaca tertutup dan seorang diri. 

Dalam Peraturan walikota Surabaya Perwali No 67 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai covid 19.BAB IV pelaksanaan pasal 6 huruf b,  peraturan tersebut berbunyi, warga harus menggunakan alat pelindung diri [APD] berupa Masker. Apabila diperlukan juga menggunakan (Face Sield) atau sarung tangan ‘’dengan catatan’’ jika keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak di ketahui status kesehatannya.

Seseorang mengeluh saat bertemu dengan awak Media Panjinasional, warga tersebut merasa keberatan atas tindakan petugas ketika ada operasi yustisi/ penerapan pencegahan Virus Covid19, karena posisi berada dalam mobil dan menutup semua kaca, terangnya warga jalan Demak Jaya Surabaya.

Lanjut warga demak yang berinisial HS, Bukan saya keberatan diberikan sanksi harus membayar sebesar Rp.150.000 karena saat itu saya seorang diri dalam mobil,  melepas masker dalam mobil sendirian itu karena merasa susah bernafas dan saya merasa aman karena seorang diri dalam didalam mobil.ujar HS. 

Didalam mobil saya tidak berinteraksi dengan siapapun, baru saat dihentikan saya pasang masker karena harus berintraksi dengan Petugas Polisi bernama Hengky, anggota Polisi Polsek Bubutan.tambah HS.

Saya patuh hukum patuh peraturan, apa kalau dalam mobil saya sendirian harus pakai masker walaupun saya sudah merasa gak nyaman lelah bernafas, cetusnya dengan nada kesal sebab merasa dirinya aman dari penularan covid19.

Ternyata, HS adalah salah satu dewan redaksi Media Panjinasional, Namun ia tetap menyembunyikan identitas pers nya. Saat menceritakan kronologis tersebut, hs menghimbau “Kepada Petugas, Sosialisaikan yang baik dan benar, sehingga masyarakat faham kapan dan dimana Masker itu wajib dipakai, dan tetap memakai maskerkah walau seorang diri didalam mobil,”.

Satu hal yang nampak petugas belum paham SOP penanganan dan proses sangsi bagi orang dijalan tidak pakai masker, “Kami tidak mengatakan bapak salah atau tidak salah, nanti biar hakim yang memutuskan”..

Hal demikian bisa membuat masyarakat bertanya,  Apakah mekanisme putusan sangsi perda melalui persidangan di Pengadilan?. Namun saya tetap menghargai aturan perda dan memberikan ktp saya untuk diproses secara benar, membayar denda via bank dan selesai, hal tersebut sebagai contoh kepada masyarakat agar patuhi aturan perda, kata HS. 

Sedangkan Peraturan diatas, tidak ada perintah memakai masker didalam mobil, bahkan memakai masker jika diperlukan yang mengakibatkan penularan covid19, Himbau HS kepada Petugas Pemutus Rantai Covid-19, @rahma/hasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here