Bersama Forpimda Kota Batu, Gubernur Jatim Pimpin Rapat Evaluasi PPKM Secara Virtual

0
15
Walikota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si usai mengikuti rapat evaluasi PPKM secar virtual di ruang rapat lantai 5 balai kota Among Tani.

Panjinasional, Batu : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, memimpin langsung jalannya rapat evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selasa (26/01/2021). 

Walikota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko, Wakil Walikota Batu H Punjul Santoso, WaKapolres Batu, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD dan Kepala Satpol PP Kota Batu mengikuti jalannya rapat yang di laksanakan secara virtual di ruang rapat utama lantai 5 Balaikota Among Tani.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa menyampaikan, sesuai jadwal, proses vaksinasi akan dilakukan dalam 15 bulan kedepan. Namun sesuai arahan Presiden, proses vaksinasi diharapkan bisa dituntaskan dalam waktu 12 bulan saja.

“ Kalau saya menangkap, karena sesungguhnya proses vaksinasi ini bisa berjalan sesuai schedule itu 15 bulan. 

Namun bapak Presiden Joko Widodo memberikan arahan, sedapat mungkin berjalan 12 bulan. Tapi kalau 12 bulan ini sudah hitungannya satu bulan. Oleh karena itu bagaimana sisa 11 bulan ini.

Untuk itu, kami mohon semua bersatu padu. Bisa memaksimalkan proses vaksinasi, dan ini yang diharapkan akan terbangun herd immunity. Sehingga proses rantai penyebaran covid ini diharapkan bisa terputus “. jelas Khofifah.

Di harapkan pula dalam prosesnya nanti, semua pihak yang terlibat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, diantaranya dengan menerapkan 5M.

“Jadi, dalam.proses vaksinasi tentu dengan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan yang juga ketat. Kalau dulu 3M, sekarang berkembang 5M. Ada lagi berkembang menjadi 6M. Betapa banyaknya yang kemudian harus kita lakukan dengan pembatasan-pembatasan tertentu. Baik (di daerah) yang PPKM maupun yang tidak PPKM ” ujar Gubernur.

Selain membahas terkait proses pelaksanaan vaksinasi, Gubernur juga menyoroti angka kematian pasien covid-19 di Jawa Timur. ”  Hingga 25 Januari 2021, jumlah pasien meninggal ada 7.440 pasien. Sementara pasien sembuh ada 91.782 pasien “. imbuhnya. (Er.sb.Diskominfobatu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here