Lapas Porong Kecolongan?. Seorang Napi Sebarkan Berita Bohong Meninggalnya Danramil dan Kasdim

0
25

Polda Jatim mengungkapkan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Meninggalnya Danramil dan Kasdim 0817 Gresik Setelah Disuntik Vaksin

Panjinasional. Surabaya – Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, SH,MH memimpin Konfrensi Pers pengungkapan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Meninggalnya Danramil dan Kasdim 0817 Gresik Setelah Disuntik Vaksin. 

Disampaikan Wakapolda, bahwa tim yang mengungkap kasus ini terdiri dari Sat Reskrim Polres Gresik dengan Di Backup oleh Subdit Cyber Dit Reskrimsus Polda Jatim dan Pelaku melakukan tindakan dengan maksud untuk mepengaruhi masyarakat agar tidak mau divaksin.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa di beberapa media telah beredar berita Hoax Komandan Koramil 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi setelah di Vaksin Sinovak. 

Namun setelah dilakukan penyelidikan, kita berhasil ungkap pelaku penyebaran berita hoax tersebut. Terduga pelaku a/n. TS,44 tahun, warga Griyo Asri taman sidoarjo yang saat ini sedang menjali hukuman sebagai narapidana kasus pembunuhan di Lapas Porong Sidoarjo.

Menurut Waka Polda Jatim, Setelah pelaku dapatkan foto pemakaman meninggalnya anggota koramil dari WA kakaknya kemudian foto tersebut di Copas dan ditambahi narasi “ innalillahi wainna ilaihi rojiun, vaksin pertama, Kasdim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riadi, tadi malam Danramil Kebomas Gresik meninggal akibat siang disuntik vaksin…pagi proses pemakaman… hati2 bahaya vaksin ini nyata “ selanjutnya di share ke group WA “ Indahnya Islam “.

Sdr. Tri Setyo yang diduga pelaku penyebaran berita bohong (Hoax) terkait meninggalnya Danramil Kebomas MAYOR KAF GATOT SUPRIYONO setelah disuntik Vaksin 19 di Poskes Kodim gresik.

Sebagaimana isi PersRelease, Pelaku dapat dijerat hukuman yang dimaksud dalam Pasal 45A ayat 1 Undang-undang RI No.19 th 2016 tentang perubahan atas Undang-undang No.11 Th 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 28 Ayat 1 Undang-undang RI No.11 th 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp.1 Milyar.

Namun yang disayangkan publik setelah berita tersebut viral. Kenapa seorang Narapidana (Napi) bisa bebas menggunakan HP, dan bebas mengaplikasikan aksinya didunia maya (internet)? Apa ada yang memfasilitasi dan atau memang di Kalapas Porong Sidoarjo bebas menggunakan HP? yang akhirnya seorang napi nekad melakukan dan membuat info atau berita bohong??.@red.. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here