Seorang Santri Diduga Dianiaya, Orang Tua Korban Lapor Polisi

0
78

Sumenep, www.panjinasional.net –  Seorang Santri, yang sedang menimba Ilmu di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa timur, diduga dianiaya oleh sesama Santri hingga babak belur tak sadarkan diri.

santri diduga korban penganiayaan di pondok pesantren pragaan Sumenep

Korban MJAL Inisial (15) ini diduga dianiaya secara bersama sama oleh pelaku. Dan belum diketahui motif pelaku hingga tega menganiaya korban.

Namun yang jelas saat ini korban sudah ditangani oleh tim medis di Puskesmas Pragaan. Dan dari peristiwa itu korban mengalami luka lebam dikedua matanya serta trauma mendalam.

Aminollah (45) selaku orang tua korban warga Desa Plakpak Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan tidak terima atas dugaan penganiayaan yang menimpa putranya tersebut, Ia lantas melaporkan kasus tersebut ke Kantor Mapolsek Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Senin (18/1/2021). Dengan bukti Lapor STPL/04/1/2021/Res.1.6/Reskrim/Sumenep/Polsek prenduan.

Usai melakukan pelaporan ke Mapolsek Prenduan Aminollah menyampaikan bahwa pihaknya saat dirumah habis tahlilan kurang lebih Jam 07. “Saya kan dapat telpon dari Wali murid atau Wali Santri terus dibilangin anak saya itu sakit. Informasinya kayak gitu,” kata Aminollah, Senin (18/1/2021) di halaman Mapolsek Prenduan.

Setelah itu, kata Aminollah, dirinya meluncur ke Al-Amin, ternyata anak saya katanya, mau dibawah ke Puskesmas atau ke Rumah sakit. Ketemuan di Pom Bensin Pakamban. “Setelah itu, saya ketemu sama anak, terus masuk lagi ke Pondok, saya manggil pengawasnya Pondok atau Kyai. Akhirnya, saya tidak ketemu, terus langsung dibawa ke Puskesmas Pragaan, katanya biar mendapat perawatan medis”.

Dikatakan olehnya, “Kemudian saya tanya, Kok bisa kejadian seperti ini. Kok sampai lama kayak itu. Pas kejadiannya saya nggak ngerti mas, cuman saya dapat telpon itu langsung saya bawa ke Puskesmas Pragaan,” tuturnya.

Disampaikan Aminollah “Waktu kejadian malam Jum’at (kamis malam) 14-01-2021, kemudian saya dapat Info malam minggu. (sabtu malam) 16-01-2021, Kejadiannya malam Juma’t sudah lama, sudah dua hari saya dapat kabar dan itupun kabarnya dari wali santri teman anak saya. Itu bukan dari Pondok tapi dari Wali Santri yang ngasi kabar,” ucapnya.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan, mungkin, wali santri itu lagi sowan kepondok, ngirim anaknya, pas ketemu anaknya minta tolong. “Anaknya kan ngumpul dengan anak saya, sama Jefri itu ngumpul, dia minta tolong sama orang tuanya, agar hubungi saya” ujarnya.

Saat ditanya korban itu kondisi fisiknya seperti apa?. Dikatakan Aminollah waktu saya ketemu anaknya enggak sadar, ada memar dimata sama lebam. Informasinya dari Jefri itu di keroyok tiga orang” ungkapnya.

Saat disingung harapnya kepada pihak Kepolisian Polsek Prenduan ., kata Aminollah, mohon bantuannya ke Polsek itu. “Untuk Minta keadilan,” ucapnya penuh harapan.

Dikatakan Aminollah, kok anak saya seperti itu, terus dari pihak pondok kok enggak cepat ditangani, selama anak saya memar kayak gitu enggak pernah ngasi tau sama orang tua. Dan enggak dibawah kerumah sakit atau ke puskesmas. “Enggak ada pertolongan gitu aja wis,” ucapnya penuh sesal.

Cuman kata Aminollah, sangat disayangkan. “Karena gini lho mas, saya pasrahkan ke Pondok itu iya. Itu diserahkan untuk didik iya, biar tau Ilmu kok malah anak saya jadi korban seperti itu gitu lho,” tandasnya.

Disinggung apakah selama ini dari pihak pondok sudah menemui bapak sebagai orang tuanya?, kata Aminollah sudah kemarin ke rumah dari pondok itu Kyai sama Ustad Kodir, selaku pengurusnya. Dan dia minta maaf atas kejadian ini,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Prenduan AKP, Achmad Supriyadi, SH,  menyampaikan, bahwa intinya pihak Polsek akan melakukan penyelidikan. 

“Kasusnya seperti apa. Secara umum kan seperti itu,” kata AKP. Achmad Supriyadi, SH, Senin (18/1/2020) Ia juga menyampaikan bahwa laporan itu sudah diterima. ” Dan sudah diberi tanda lapor,” ujarnya..

Pihaknya, juga menyampaikan akan melakukan penyelidikan dan penyidik lebih lanjut terkait laporan polisi yang disampaikan oleh pelapor.

“Apa kontruksinya kan seperti itu. Ini kan masih sepihak ini kan, ini kenapa sih kok terjadi seperti itu,” Imbuh Supriyadi,

Nanti, Sambung dia, kami akan melakukan pemanggilan terhadap orang-orang yang dianggap tahu,” tegasnya.

Disinggung berarti dugaan penganiyaan ini benar terjadi ya., jawab Supriyadi, Informasi dari pelapor kan seperti itu. Tapi saya kan belum tahu seperti apa. Makanya kami akan melakukan penyelidikan dulu seperti apa kontruksinya, seperti itu,” tandasnya..@andi/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here