Perempuan Lansia Lapor Polres Sampang. Diduga Dianiaya Tetangga

0
72
Pengacara Nata Saeha Saputra, SH saat di area Pokres Sampang

Panjinasional, Sampang –  Na’as nian yang dialami dua orang wanita lanjut usia (lansia) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai petani, sebut saja LS (50) dan RS (64) dari Dusun Pelalangan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, keduanya mengalami luka lebam akibat perlakuan kekerasan (penganiayan) yang diduga dilakukan oleh tetangganya ber inisial MR.

Nata Saeha Saputra saat berada di rumah korban penganiayaan mencermati duduk perkara penganiayaan

Menurut keinginan dari Korban penganiayaan, RS memaparkan, berharap suatu hari ada itikad baik dari pelaku MR untuk minta maaf. “Sebenarnya kami dan keluarga berharap masalah ini bisa di selesaikan secara kekeluargaan, Namun sampai satu hari sekeluarga menunggu MR tak kunjung datang, akhirnya kami sekeluarga melaporkan kepihak berwajib (Polisi),” ujar RS, Senin (18/01/2021) siang.

Menurut keterangan RS, “Kejadian itu terjadi di warung Simpang 3 Tengah, jalan Dusun Bangian. Saya di seret dari atas sepeda motor oleh MR, kemudian saya didorong sampai 4 kali dan jatuh ke bawah yang ada batunya serta di air yang becek.”..

“Kemudian saya disuruh makan nasi dan anak perempuan saya tanya ke MR. Kamu apakan orang tua saya, namuni MR menjawab dengan tegas biarkan walaupun mati. Akibat kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi selama 20 hari, “ jelas RS.

Sementara itu, kuasa hukum RS dan LS, Nata Saeha Saputra,S.H., sudah mendatangi rumah keluarga korban untuk mendapatkan penjelasan se akurat mungkin. Namun saat mendatangi RSUD Dr Mohammad Zyn untuk meminta hasil dari visum korban penganiyaan hanya ditemui salah satu staff Rumah Sakit.

“Maaf pak untuk hasil visum pihak kami tidak bisa memberikan, kecuali bapak membawa surat yang legal dan surat kuasa keluarga serta kunci untuk menyimpan berkas ketlisut (lupa) naruhnya,” ujar Nata Saeha Saputra menirukan perkataan dari staff RSUD Dr Muhammad Zyn. Senin (18/01/2021) pukul 14.00 wib.

Pengacara kondang yang yang menjadi penasehat beberapa lembaga pers di jatim ini dengan santai dan juga tegas merasa kecewa atas jawaban yang diberikan oleh staf Rumah Sakit yang dinilai kurang etis dan logis itu.. 

“Saya sangat kecewa dengan jawaban yang diberikan dari pihak Rumah Sakit, katanya juga dengan alasan pandemi Covid-19 jam kerjanya di buat shiff (Rolling),” ungkap Nata Saeha sapaan karibnya.

Masih kata Saeha, “Kalau memang Pandemi Covid-19 yang di jadikan alasan, semestinya pihak Rumah Sakit harus di tata yang rapi atau sefleksibel mungkin dari awal. Saya tegaskan ini bukan Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) tapi sudah kasus Kriminal, karena dari MR sudah melakukan penganiyaan yang menimbulkan luka hingga tidak bisa bekerja, apalagi ada kata-kata dari si Pelaku dengan mengucapkan biarkan saja walaupun mati.”..@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here