Ditreskrimum Polda Jatim Lakukan Pemeriksaan 69 Senpi Anggota oleh BidPropam

0
15
Pemeriksaan senjata api BidPropam Polda Jatim

Panjinasional. Surabaya – Satuan BidPropam Polda Jatim melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) Senin (18/1/2021) terhadap para anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Sebanyak 69 senpi dilakukan pemeriksaan meliputi cek kondisi senjata serta kedisiplinan administrasi anggota.

Dihadapan awak media, Kabid Propam Polda Jatim, Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, “Program ini sudah menjadi kalender rutin dari BidPropam sebagai bulan penegakkan disiplin. Salah satunya adalah pemeriksaan senpi secara dinas maupun pribadi yang dipegang para anggota”.

“Tujuan pelaksanaan pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa senjata api yang dimiliki baik dinas maupun dipegang anggota siap pakai dan siap digunakan,” kata Kombes Pol Taufik kepada awak media.

Selain itu, kata Taufik, bahwa pemeriksaan ini guna memastikan kondisi senpi yang digunakan anggota masih memenuhi persyaratan untuk digunakan, baik masa aktif ijin suratnya maupun kebersihan senjatanya. Sehingga apabila terjadi sesuatu dapat dipertanggungjawabkan atas kepemilikan senjata tersebut ,” ungkap Kombes Pol Taufik.

Bid Propam bisa melakukan penyitaan senjata yang dimiliki anggota apabila surat-suratnya telah mati ataupun dalam kondisi tidak baik atau kotor. Oleh sebab itu, untuk memiliki senpi ada beberapa persyaratan yang harus dilalui setiap anggota.

“Aturan kepemilikan senjata banyak syaratnya, diantaranya, harus lulus psikotes, uji praktik tembak. Itu persyaratan yang harus dilalui bagi anggota yang ingin memiliki senjata api,” tegasnya.

Pelaksanaan pemeriksaan senpi agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama untuk mencegah penyalahgunaan terhadap kepemilikan senjata api.

“Banyak kejadian yang sudah terjadi, makabya jangan sampai hal tersebut terjadi pada anggota kita, khususnya di kesatuan Polda Jatim,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan pemeriksaan tersebut untuk memastikan kelayakan senjata api, Bila ada surat-surat yang ditemukan dalam kondisi mati, maka senjata api akan diambil. Hal itu, kata Gatot merupakan sanksi bagi anggota. 

“Jika surat senjata api maupun kebersihannya tidak diperhatikan, maka senjata api tersebut akan ditarik. Dan itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,” katanya. 

Pemeriksaan senjata api serupa, lanjut Gatot, tak hanya dilakukan di jajaran Polda Jatim, namun akan dilakukan ke jajaran Satuan Polres hingga tingkat paling bawah, yakni ke Polsek. 

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol. Totok Suharyanto, mengungkap ada 69 orang anggotanya yang membawa senjata api. Namun dari jumlah tersebut yang hadir hanya 43 personel, sementara 26 personel lainnya belum hadir,” katanya.@Rohi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here