Meski Pandemi Covid-19, Pemkab Sidoarjo Bersama Kemenag Tingkatkan Kemampuan Baca tulis Al-Qur’an dengan Metode Follow LINE

0
60

Sidoarjo www.panjinasional.netMeski dalam masa Pandemi Covid-19 ini belajar menulis dan membaca Al Qur’an tidak boleh berhenti, Pemkab Sidoarjo bersama Kemenag Sidoarjo melakukan penguatan program baca tulis Al Qur’an dengan menggunakan metode follow line. Program ini untuk seluruh TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) se kabupaten Sidoarjo. 

Lebih dari 2000 TPQ yang akan menerima manfaat program cara cepat dan efektif dalam baca tulis al Qur’an.

Program ini didukung Oleh yayasan Sunan Ampel Sidogiri, Pasuruan dengan memberikan bantuan 12 ribu eksemplar Al Qur’an Metode follow line yang diberikan kepada kepala Kemenag Sidoarjo, M. Amir Sholehuddin disaksikan Pj Bupati Hudiyono. Pada hari Sabtu, (16/1/2021) di Pendopo Delta Wibawa.

“Meskipun saat ini musim Covid anak-anak jangan sampai berhenti belajar membaca dan menulis Al Qur’an. Bantuan 12 ribu eksemplar berupa Al Quran khusus metode menulis dengan cara menebalkan kertas memakai alat tulis pensil ini akan memudahkan santri TPQ dalam belajar”, kata Hudiyono. 

Dalam sambutannya, Al Qur’an, khusus ini sengaja di desain agar anak lebih mudah dalam menulis dan membaca. Anak-anak hanya menebali saja dengan pensil tiap hurufnya maka akan tampak jelas. 

Selain itu, metode follow line ini bisa membuat anak lebih menyenangi dalam belajar menulis Al Qur’an, Karena menurut kepala Kemenag M. Amir belajar Al Qur’an tidak boleh berhenti meski dalam masa pandemi Covid-19 ini. 

Amir juga mengutip hadist Rasulullah Muhammad SAW, Orang yang senang membaca Al Qur’an adalah sebaik-baiknya manusia. Bahwa Al Qur’an itu bisa memberikan syafaat di hari kiamat. “Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya Al Qur’an nanti akan bisa memberi syafaat di hari kiamat”, kata Amir 

Fadilah ketiga yaitu barang siapa membaca Al Qur’an dalam satu hari satu malam minimal 100 ayat maka akan dihindarkan dari penyakit lupa atau pikun, ini ada hadistnya dari Rasulullah. Bagaimana kalau orang tuanya tidak bisa baca Al Qur’an, maka anaknya yang menggantikan membaca”, terang Amir. *Afandi/ Hendra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here