Pembatasan Kota di Surabaya akan Diterapkan. Ada 10 Titik “Swab Hunter”

0
75

Surabaya, Panjinasionsl.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama instansi terkait telah menggelar rapat terkait persiapan pengamanan jelang malam perayaan Tahun Baru dan pasca libur panjang , Selasa (29/12/2020).

Rapat koordinasi ini dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya.

Whisnu Sakti Buana,  Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, pengamanan ini dilakukan agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya, terutama saat perayaan malam tahun baru dan pasca libur panjang nanti.

Whisnu Sakti Buana, Saat bersilaturahmi
dengan Korem 084BhaskaraJaya jelang
malam tahun baru 2021.

“Sudah kita siapkan semua dari teman-teman jajaran TNI dan Polri juga siap membantu kita. Nantinya akan ada filterisasi di delapan titik batas kota. Kita juga siapkan 10 tempat swab hunter,” kata Whisnu saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Whisnu juga menjelaskan, 8 titik pos pengawasan itu tersebar di beberapa wilayah perbatasan Kota Surabaya, seperti di Kecamatan Pakal, Terminal Benowo, Wiyung, Lakarsantri, Karang Pilang, Bundaran Waru (Cito), Gunung Anyar (Merr) dan Jembatan Suramadu. “Makanya untuk pengendalian Covid-19 ini betul-betul kita matangkan,” ujar dia.

Menurut Whisnu, filterisasi di pos perbatasan pintu masuk Kota Surabaya pada tanggal 31 Desember 2020 nanti akan dimulai sejak pukul 17.00 WIB.

Nantinya warga luar kota yang tidak ada kepentingan mendesak, diimbau untuk tidak masuk ke Surabaya. “Pada tanggal 31 Desember 2020 nanti, seluruh aktivitas kegiatan di Surabaya juga harus selesai pukul 8 malam,” kata Whisnu.

Untuk mengintensifkan pengawasan saat malam tahun baru, Whisnu menyebut, jajaran di 31 kecamatan Surabaya bersama instansi terkait juga bakal menggelar razia serentak.

Sasarannya adalah seluruh tempat yang masih melakukan aktivitas kegiatan di atas pukul 20.00 WIB. “Jadi seluruh kecamatan dan kelurahan juga kita libatkan untuk merazia tempat-tempat yang masih melakukan kegiatan itu selesai jam 8 malam,” kata dia.

10 titik lokasi Swab Hunter

Tak hanya itu, Whisnu menyampaikan, untuk mencegah terjadinya penularan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan 10 titik lokasi swab hunter.

Bagi masyarakat yang akan keluar masuk ke Kota Surabaya dan dinilai perlu dilakukan swab, maka akan diarahkan ke lokasi itu.

“Kalau memang harus diswab itu kita siapkan di 10 titik swab hunter. Jadi tidak semua yang masuk (Kota Surabaya) itu diswab. Jadi cuma filterisasi bagi yang diperbolehkan keluar masuk Surabaya,” ujar dia.

Di samping itu pula pemantauan juga dilakukan kepada para penghuni hotel di Surabaya. Pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola atau pemilik hotel agar melaporkan hasil swab para penghuninya. “Akan ada pemantauan juga di sana (hotel),” kata dia.

Warga tak berkepentingan akan diputar balik

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengimbau warga Kota Surabaya agar melakukan pesta malam Tahun Baru di rumah saja. Hal ini menindaklanjuti maklumat dari Kapolri.

“Warga dalam menyambut tahun baru, monggo (silahkan) dilaksanakan sederhana di rumah masing-masing, tidak perlu berkerumun, tidak perlu arak-arakan, tidak perlu yang kemudian menimbulkan potensi untuk kerumunan, karena kita masih dalam masa pandemi Covid 19,” kata Kombes Pol Isir.

Selain itu, kata Isir, pihaknya bersama pemkot juga akan melakukan penyekatan di perbatasan pintu masuk Kota Surabaya.

Bisa dipastikan, kepolisian akan memutar balik warga luar kota jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak ke Surabaya.

“Jadi nanti ada penyekatan perbatasan kota, ada penutupan dan pembatasan-pembatasan ruas jalan, kemudian tetap ada Swab Hunter,” ujar dia.@rahman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here