Petugas Operasi Yustisi/Masker Hilangkan KTP Warga Surabaya

0
101

Surabaya. www.panjinasional.net – Dalam kondisi pandemi Covid19 terus melonjak ke zona  merah, maka dilakukan seruan dan kewajiban untuk seluruh warga Surabaya dan  Jawa Timur wajib bermasker, hingga dilakukannya operasi Yustisi oleh petugas gabungan. 

Razia Yustisi/Masker di gelar di jalan Tanjungsari surabaya. Dari operasi tersebut, ada salah satu warga tambak mayor kelurahan Asemrowo-kecamatan, Asemrowo Surabaya tertangkap karena tidak menggunakan masker. 

Maka sangsi ringan yang diberikan adalah mengamankan E-Ktp sebagai jaminan pembayaran denda dikejaksaan.

Namun saat warga yang dinyatakan sebagai pelanggar tersebut mendatangi dan mengurus Ktp nya, ternyata E-Ktp yang disita petugas tidak di ketemukan, bahkan ada indijasi menghilangkan Barang Bukti (BB).

Dari kejadian tersebut, pemilik E-KTP (kartu tanda penduduk) merasa di pimpong oleh petugas, dengan susah payah mendatangi seluruh instansi, sesuai arahan demi arahan para instansi pemerintah, telah mendatangi ke- Pol PP Asemrowo, juga Pol PP Provinsi, Pol PP Kota, Polrestabes, Polres Tanjung Perak, Kejaksaan Perak, Kejaksaan Sokomanunggal, lebih dari satu kali. Nihil.

Akhirnya pemilik Ktp atas nama Anshori minta bantuan awak media untuk mencari kebenaran di lapangan, dan menghasilkan informasi yang sama, seperti apa yang di keluhkan warga Tambak Mayor Surabaya ini, (Nihil). 

Saat di konfirmasi dengan petugas Pol PP Provinsi Jatim di lantai dua, salah satu petugas menegaskan bahwa E-KTP tersebut sudah di Jejaksaan Sukomanunggal, dengan menemui Untung petugas bagian tersebut. 

Setelah tim Panjinasional mendatangi Kejaksaan, “terkesan” bapak untung tidak mengangkat telpon serta tidak membalas Chat WA dari awak media.

Petugas yang ditemui tim media ini, mengatakan kalau bapak Untung ada di ruangannya. 

Pencarian E-KTP yang tetap tidak ada di Kejaksaan Sukomanunggal Surabaya, berakhir dengan lambaian tangan / tidak bisa mengganti kerugian warga saat pencarian E-KTP miliknya, serta tidak berjanji akan mengganti/bertanggung jawab atas hilangnya E-KTP tersebut. 

Tim panjinasional, menghungi pihak Despenduk Capil Surabaya, dengan menjelaskan kronolog hilangnya kartu tanda pengenal tersebut, pihak Dispenduk menyarankan membuat surat kehilangan dan pengurusan baru, padahal tidak hilang alias dihilangkan?.

Siapa yang akan tanggung jawab atas kehilangan E-KTP tersebut yang notabene adalah dokumen negara?, apabila disalah gunakan oleh oknum?, dalam perbuatan yang berdampak kriminal?, penipuan di medsos atau kriminal lainnya?.

Selain terdampak kondisi pandemi, Warga selalu terindikasi jadi korban kelalaian tindakan Instansi, Operasi Yustisi Covid19 Rabu, tanggal 23/09/2020 pukul 08:49 upaya petugas berhasil menyita KTP, namun 

kemana keberadaan dokumen KTP tersebut??.@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here