Mahasiswa UNIPMA Adakan Penelitian Dan Pengolahan Ketela Pohon Menjadi Tepung Nata De Cassava

0
72

www.panjinasional.net Madiun – Menjelang kegiatan akhir study perkulihaan ,mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Unipma) mengadakan kegiatan KKN di Desa Plumpungrejo,Kec.Wonoasri,Kab.Madiun dengan tema :” Pengolahan Nata De Cassava dan Limbah Ketela Pohon Sebagai Pupuk Organik Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Berkelanjutan.

” Unipma Sejak disahkan oleh pemerintah  berdasarkan SK No.1/KPT/1/2017 per tanggal 3 januari 2017,Unipma telah membuka Prodi perkulihaan baru dengan Program Study Farmasi ,dimana diharapkan pada tahun 2033 nanti Unipma sebagai perguruan tinggi  dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan bidang farmasi yang unggul di tingkat nasional dan menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang cerdas, berdaya saing dan memiliki kemampuan berwirausaha. Dan hal ini sesuai dengan visi-misi perguruan tinggi Unipma sejak berdiri di Kota Madiun.

Untuk kegiatan wajib bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan study akhir,mahasiswa diwajibkan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN ) untuk bisa menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat selama mengikuti program belajarnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dipilihnya. Untuk mahasiswa Program Study Farmasi,kegiatan KKN nya dilaksanakan di Desa Plumpungrejo,Kec.Wonoasri,Kab.Madiun dan yang menjadi sasaran programnya yaitu ibu-ibu PKK Desa yang diketuai ibu kepala desa Agus Sriyono.

Menurut keterangan ketua kelompok mahasiswa Unipma Erlangga Eka Suryanto, bahwa kegiatan KKN ini langsung dibawah bimbingan  Dra Arum Suproborini.M.Si selaku Dosen Pembimbing Prodi Farmasi yang akan dilaksanakan selama 3 bulan.

Menurut Erlangga Eka Suryanto,mengapa Desa Plumpungrejo,Kec.Wonoasri Kab.Madiun dipilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan KKN Unipma Prodi Farmasi …?

Erlangga bersama tim kelompok memberikan argumentasi bahwa Desa Plumpungrejo memiliki potensi di bidang pertanian yaitu khususnya pertanian Ketela Pohon. Selama ini ketela pohon hanya dimanfaatkan menjadi tepung ketela saja atau dijual mentahan. Sedangkan kulit ketelanya hanya digunakan untuk kebutuhan makan ternak. Melihat kondisi seperti ini,maka ketela pohon dapat diinovasikan menjadi 2 produk turunan yang berbeda yaitu menjadi Nata De Cassava dan Pupuk Kompos Padat/Cair.

Nata De Cassava dapat digunakan untuk diet ketat yang kaya akan serat yang dapat memperlancar sistem pencernaan. Sedangkan pupuk kompos padat dan cair  bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Adapun tahapan metode implementasi yang digunakan yaitu tahapan analisis dan perencanaan, pelatihan,pembuatan produk,managemen pemasaran,promosi,dan tahap evaluasi bersama.

“Adapun Luaran yang diharapkan yaitu mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan ketela pohon dan limbahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis serta mendapatkan tambahan penghasilan secara tetap yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Erlangga Eka Suryanto. (Warti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here